TREN.BISNISMARKET.COM - Puluhan karyawan di salah satu bank ternama, Bank Wells Fargo, harus menghadapi kenyataan pahit berupa pemutusan hubungan kerja (PHK). Tindakan tegas ini diambil perusahaan setelah investigasi internal mengungkap praktik kecurangan yang melibatkan pemalsuan aktivitas kerja.

Peristiwa ini terjadi di kantor pusat Bank Wells Fargo di Jakarta. Para karyawan yang terkena PHK diduga menggunakan perangkat khusus untuk menipu sistem komputer perusahaan agar terlihat aktif.

Temuan dugaan kecurangan ini berawal dari investigasi internal yang dilakukan oleh Bank Wells Fargo. Hasil investigasi tersebut kemudian menjadi dasar kuat bagi pihak manajemen untuk mengambil tindakan pemecatan.

Dalam dokumen resmi yang diajukan kepada Otoritas Regulasi Industri Keuangan (FINRA), Bank Wells Fargo memaparkan alasan di balik pemecatan massal ini. Perusahaan menelaah dugaan penggunaan alat yang mensimulasikan aktivitas keyboard.

"Setelah meninjau tuduhan yang melibatkan simulasi aktivitas keyboard yang menciptakan kesan kerja yang aktif," demikian bunyi pernyataan perusahaan dalam pengajuan ke FINRA mengenai dasar pemecatan tersebut.

Alat yang digunakan para karyawan ini dikenal sebagai "mouse jigglers". Perangkat ini berfungsi membuat kursor mouse terus bergerak seolah-olah ada interaksi pengguna.

Penggunaan mouse jigglers ini memastikan komputer tidak masuk ke mode tidur atau terkunci karena tidak ada aktivitas. Hal ini menciptakan ilusi bahwa karyawan tersebut sedang aktif bekerja.

Perangkat serupa mouse jigglers ternyata banyak tersedia di pasaran dan menjadi populer, terutama seiring maraknya sistem kerja jarak jauh atau work from home (WFH) selama pandemi COVID-19.

Kemudahan dalam memantau aktivitas karyawan yang bekerja dari rumah menjadi sorotan akibat maraknya penggunaan alat seperti ini. Fenomena ini memunculkan perdebatan mengenai efektivitas dan pengawasan dalam model kerja WFH.