TREN.BISNISMARKET.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat 15 perusahaan domestik yang sedang dalam tahap persiapan untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Proses ini direncanakan akan berlangsung pada hari Selasa, 19 Mei 2026.

Mayoritas dari perusahaan yang antre untuk melantai di bursa ini didominasi oleh emiten yang bergerak di sektor konsumer siklikal serta sektor infrastruktur. Data mengenai rencana aksi korporasi ini diperoleh dari informasi yang dilansir oleh Investasi.

Dari total 15 calon emiten tersebut, terdapat satu perusahaan yang menonjol dari segi nilai emisi atau potensi penghimpunan dana yang cukup besar. Perusahaan ini dikategorikan sebagai perusahaan berskala besar dan bergerak di bidang hiburan, khususnya dalam pengelolaan kebun binatang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan penjelasan mengenai keragaman sektor yang terlihat dalam daftar perusahaan yang sedang dalam perencanaan bursa tersebut.

"Bukan production house, tetapi dapat dinikmati dan mengedukasi anak-anak. Ada kebun binatang-nya itu relatif secara nyata bisa dinikmati," ucap I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI.

Lebih lanjut, I Gede Nyoman Yetna menyatakan bahwa dari seluruh perusahaan yang sedang mengantre IPO, sebanyak 11 di antaranya sudah mengantongi aset berskala besar. Sementara itu, empat perusahaan lainnya tercatat memiliki aset ukuran menengah.

"Artinya tren yang saat ini adalah perusahaan-perusahaan dengan ukuran besar dan menengah. Namun bukan berarti, perusahaan yang kecil tidak merasa tertarik," kata I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI.

Perlu dicatat bahwa sepanjang periode tahun berjalan hingga pertengahan Mei 2026, aktivitas di lantai bursa baru mencatat satu emiten yang resmi melantai di pasar saham domestik. Emiten tunggal tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA.

WBSA telah merealisasikan pencatatan sahamnya di bursa pada tanggal 10 April 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik ini menjadi entitas pertama sekaligus satu-satunya yang berhasil mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia hingga saat ini.