TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin mewarnai rutinitas harian masyarakat, mengubah cara mereka bekerja dan berinteraksi. Banyak individu kini mengandalkan AI untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan, bahkan sampai pada tugas-tugas ringan seperti penyusunan surel dan pembuatan konten media sosial.

AI telah bertransformasi dari konsep masa depan menjadi kenyataan yang mengubah berbagai sektor kehidupan secara mendalam. Perubahan ini terlihat jelas dalam bidang kesehatan, pendidikan, dunia kerja, hingga industri hiburan global.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh firma riset Pew Research menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi chatbot AI di kalangan warga Amerika Serikat. Disebutkan bahwa sekitar 49% orang dewasa di AS kini mengaku rutin menggunakan layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan tersebut.

Angka adopsi ini menunjukkan tren kenaikan yang substansial jika dibandingkan dengan data tahun 2024, di mana hanya 33% responden yang menyatakan menggunakan teknologi serupa. Peningkatan hampir dua kali lipat ini mengindikasikan integrasi AI yang semakin dalam ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat AS.

Selain chatbot, integrasi AI juga merambah perangkat rumah tangga, meliputi penggunaan smart speaker, smart doorbell, dan termostat pintar yang dilengkapi dengan fitur kecerdasan buatan. Penggunaan praktis ini menunjukkan bagaimana AI telah merasuk ke dalam infrastruktur rumah tangga modern.

Lebih spesifik mengenai penggunaan chatbot AI, mayoritas responden di AS memanfaatkannya untuk keperluan pencarian informasi umum, yakni sebesar 42% dari total pengguna. Selain itu, sebanyak 38% menggunakan asisten AI ini untuk mendukung tugas-tugas yang berkaitan dengan profesi mereka.

"Mayoritas masyarakat AS mengandalkannya untuk mencari informasi (42%) dan membantu tugas-tugas terkait pekerjaan profesional (38%)," demikian temuan riset tersebut, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pew Research, Kamis (18/6/2026).

Data juga menunjukkan diversifikasi pemanfaatan chatbot, termasuk untuk hiburan (25%), pembuatan atau penyuntingan aset visual seperti foto dan video (24%), serta mencari panduan terkait kesehatan dan nutrisi (masing-masing 20%). Bahkan, 13% responden menggunakannya untuk memperoleh berita terkini.

Uniknya, ada dimensi sosial yang muncul dalam interaksi dengan AI, di mana sebagian responden memanfaatkannya sebagai sarana dukungan emosional. "Sebanyak 1-dari-10 responden di AS mengaku menggunakan chatbot AI untuk dukungan emosional (emotional support) dan teman mengobrol," menurut temuan tersebut.