TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan sumber dana spesifik untuk menggaji 30.000 Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi menyatakan bahwa dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bendahara negara tersebut menjelaskan bahwa gaji untuk puluhan ribu manajer ini akan dipenuhi menggunakan dana yang telah dialokasikan untuk program KDMP namun belum terserap sepenuhnya. Langkah ini ditempuh untuk memastikan keberlanjutan operasional manajer tersebut selama periode awal.
Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi hal ini saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 11 Mei. Ia menekankan bahwa skema pembayaran ini tidak akan membebani APBN lebih jauh.
"Kami akhirnya harus bayar selama dua tahun ke depan ya, itu dari pos, itu kan sebagian dari dana kopdesnya belum kepake, semua masukin ke situ dulu," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Langkah pemanfaatan dana yang belum terpakai ini diklaim tidak akan menimbulkan tambahan defisit baru pada APBN. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian kecil dalam alokasi dana yang sudah tersedia.
"Jadi enggak ada tambahan baru ke dana baru, ke APBN enggak ada tambahan defisit baru. Karena sudah dialokasikan di situ, tinggal dirapihin sedikit," jelas Purbaya Yudhi Sadewa.
Secara keseluruhan, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 40 triliun per tahun untuk pembangunan program KDMP dari APBN. Dana sebesar ini, menurut Purbaya, belum tersalurkan secara keseluruhan.
"Kan cicilannya aja kan Rp 40 triliun, cicilanya belum dipakai semua kan? Dari situ mungkin dipakai. Dari APBN dari situ," tambah Purbaya Yudhi Sadewa mengenai sumber dana tersebut.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa proses rekrutmen 30.000 manajer tersebut merupakan bagian dari perekrutan karyawan BUMN di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara.