TREN.BISNISMARKET.COM - Pekan ini, harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperkirakan akan mengalami tren penurunan. Proyeksi menyebutkan bahwa harga emas Antam dapat terkoreksi hingga mencapai level Rp2.745.000 per gram pada hari Sabtu, 30 Mei 2026.

Pemicu utama dari proyeksi pelemahan harga jangka pendek ini adalah menguatnya mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Penguatan dolar secara historis cenderung memberikan tekanan jual pada komoditas logam mulia seperti emas.

Pergerakan harga emas Antam tercatat sangat fluktuatif selama sepekan terakhir menjelang prediksi penurunan ini. Sebagai contoh, pada hari Kamis, 28 Mei 2026, harga sempat anjlok cukup dalam sebesar Rp31.000, mencapai Rp2.754.000 per gram.

Meskipun demikian, jika dilihat dari perspektif tahunan, investasi emas Antam masih menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2026. Nilai investasi tersebut tercatat telah mengalami kenaikan total sebesar 10,6% dibandingkan harga penutupannya di awal Januari, yakni Rp2.488.000 per gram.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026, harga emas Antam tercatat berada di posisi Rp2.774.000 per gram, setelah sebelumnya mengalami kenaikan sebesar Rp20.000. Data ini dicatat oleh laman resmi Logam Mulia.

Seorang pengamat pasar komoditas memberikan pandangannya mengenai titik terendah koreksi harga emas batangan ini. Pengamat tersebut meyakini bahwa koreksi harga terburuk akan segera tercapai dalam waktu dekat.

"Seperti prediksi, level terendah harga emas Antam (ANTM) akan tercapai. Mentok-mentok turun pada Sabtu (30/5/2026) ke level Rp2.720.000 per gram," ujar Ibrahim Assuaibi.

Investor perlu mengingat bahwa rekor harga tertinggi sepanjang masa atau all time high emas Antam sempat menyentuh angka fantastis yakni Rp3.168.000 per gram. Rekor tersebut tercatat pada tanggal 29 Januari 2026.

Sementara itu, harga beli kembali (buyback) yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk turut mengalami peningkatan. Harga buyback tercatat berada di posisi Rp2.579.000 per gram setelah mengalami kenaikan sebesar Rp22.000.