TREN.BISNISMARKET.COM - Kawasan Asia Pasifik menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat dalam sektor investasi properti selama periode 2025 hingga awal 2026. Aktivitas investasi real estat di kawasan ini berhasil membukukan kenaikan signifikan sebesar 15% secara tahunan.
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Colliers, total nilai investasi properti yang tercatat mencapai angka fantastis, yakni US$204 miliar. Angka ini merupakan akumulasi investasi yang terjadi dalam kurun waktu 12 bulan hingga Maret 2026.
Pertumbuhan sebesar 15% ini menempatkan kinerja investasi properti di Asia Pasifik setara dengan laju pertumbuhan investasi properti secara global. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan investor terhadap aset properti di kawasan ini mulai membaik.
Pemulihan arus modal ini terjadi seiring bertambahnya keyakinan investor terhadap aset-aset properti yang memiliki fundamental kuat dan dianggap stabil. Pasar properti kembali menjadi tujuan investasi yang menarik bagi para pemodal besar.
Dalam analisis yang mereka sajikan dalam publikasi Global Capital Flows edisi Mei 2026, Colliers mengamati adanya perubahan perilaku dalam penempatan dana investasi. Investor kini cenderung lebih selektif dalam menentukan target investasinya.
"Investor kini lebih selektif dan cenderung mengarahkan dana ke pasar yang memiliki likuiditas tinggi, transparansi kuat, serta prospek pertumbuhan jangka panjang," ujar Colliers.
Hal ini menunjukkan bahwa kriteria utama investor saat ini adalah keamanan modal melalui likuiditas yang terjamin dan tata kelola pasar yang transparan. Prospek jangka panjang juga menjadi pertimbangan krusial.
Salah satu pasar yang menjadi primadona dalam penyerapan modal investasi ini adalah Jepang. Negara tersebut tercatat memimpin dalam hal arus masuk modal asing ke sektor properti di kawasan Asia Pasifik.
Dilansir dari PropertiTerkini.com, perkembangan ini memberikan gambaran positif mengenai kesehatan pasar real estat di Asia Pasifik pasca gejolak ekonomi global. Investasi yang meningkat ini menunjukkan optimisme terhadap stabilitas ekonomi regional.