TREN.BISNISMARKET.COM - Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengalami penyesuaian jadwal operasional sepanjang bulan Mei 2026. Penyesuaian ini dilakukan dengan menghentikan sementara transaksi bursa yang bertepatan dengan penetapan hari libur nasional serta cuti bersama oleh pemerintah pusat.

Kebijakan penutupan operasional ini didasarkan pada ketetapan resmi pemerintah terkait kalender Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama untuk tahun 1447 Hijriah. Penghentian sementara pasar modal ini secara spesifik dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Para pelaku pasar modal dan investor domestik diimbau agar mencermati jadwal penutupan ini dengan seksama. Hal ini penting untuk memitigasi risiko dan menyusun strategi portofolio keuangan yang lebih matang menjelang periode libur bursa.

Manajemen otoritas bursa telah menetapkan empat tanggal krusial di mana suspensi operasional akan diberlakukan. Penetapan jadwal ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap kalender hari libur yang ditetapkan secara nasional.

Fase libur pertama akan terjadi pada pertengahan Mei 2026, dimulai pada Kamis, 14 Mei 2026. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus sesuai kalender keagamaan.

Libur bursa akan berlanjut sehari setelahnya, yakni pada Jumat, 15 Mei 2026, yang ditetapkan sebagai hari Cuti Bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus. Setelah periode rehat ini, perdagangan saham kembali normal pada Senin, 18 Mei 2026.

Fase penutupan operasional kedua akan berlangsung menjelang akhir bulan untuk perayaan Hari Raya Iduladha. Libur Nasional Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dijadwalkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Selanjutnya, otoritas bursa juga menetapkan Kamis, 28 Mei 2026, sebagai hari Cuti Bersama Hari Raya Iduladha. Siklus operasional normal di lantai bursa dijadwalkan akan kembali aktif pada hari Jumat, 29 Mei 2026.

Dilansir dari Suara, manajemen otoritas bursa telah menetapkan empat tanggal krusial suspensi operasional tersebut. Informasi ini penting bagi investor agar tidak ada transaksi yang terlewat atau terhambat selama periode penyesuaian jadwal tersebut.