TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia terus mengintensifkan berbagai upaya strategis guna mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing lebih baik di pasar. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memprioritaskan penggunaan produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM lokal.
Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi bagi para pengusaha kecil. Selain kebijakan penggunaan produk dalam negeri oleh ASN, pemerintah juga telah meluncurkan platform digital bernama SAPA UMKM.
Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil, Kementerian UMKM, Yogia Prihartiny, menjelaskan bahwa SAPA UMKM dirancang sebagai pusat informasi komprehensif bagi para pelaku UMKM. Platform ini mencakup berbagai layanan esensial yang dibutuhkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.
"SAPA UMKM adalah platform untuk layanan informasi kepada UMKM, mulai dari pendataan, akses program strategis, hingga peningkatan kompetensi manajerial," jelas Yogia Prihartiny.
Layanan yang disediakan oleh platform tersebut juga mencakup aspek fasilitasi penting lainnya untuk pertumbuhan bisnis. Hal ini meliputi dukungan untuk sertifikasi dan standarisasi produk, mempermudah akses pembiayaan serta investasi bagi mereka.
"Kemudian ada layanan sertifikasi dan standarisasi produk, akses pembiayaan dan investasi. Kemudian juga ada penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar baik domestik maupun global," tambah Yogia dalam acara Kota Masa Depan di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (18/6/2026).
Yogia Prihartiny juga memberikan contoh nyata mengenai implementasi kebijakan dukungan produk lokal di lingkungan pemerintah. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang saat itu sedang mengenakan sepatu yang diproduksi oleh pengusaha lokal sebagai bentuk dukungan nyata.
Kebijakan ini bertujuan agar produk-produk UMKM mendapatkan visibilitas yang lebih besar di mata konsumen dan mampu bersaing secara sehat. "Jadi memang kalau di tempat kita, kita ASN terdorong untuk menggunakan produk-produk lokal. Kemudian langkah ini tentu menjadi tujuan agar produk UMKM lebih terlihat, betapa mudah diakses oleh konsumen serta memiliki daya saing yang lebih baik dibandingkan produk impor," ucap Yogia.
Program Kota Masa Depan, yang menjadi latar belakang pernyataan tersebut, merupakan hasil sinergi antara Grab Indonesia dan kementerian terkait. Program ini berfokus pada percepatan adopsi teknologi digital di kalangan pelaku UMKM.