TREN.BISNISMARKET.COM - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Christiany Eugenia Paruntu, menyuarakan dorongan kuat agar PT Asuransi Asei Indonesia (Persero) dimasukkan secara formal ke dalam grand design ekspor industri nasional. Langkah ini dianggap krusial sebagai strategi fundamental untuk mengamankan target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai angka delapan persen.
Dorongan ini disampaikan mengingat peran strategis yang dimiliki oleh PT Asuransi Asei Indonesia dalam ekosistem perdagangan di Tanah Air. Perusahaan tersebut dinilai mampu menyediakan layanan perlindungan dan penjaminan yang vital bagi berbagai pihak, mulai dari investor, perbankan, eksportir, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Situasi ekonomi global saat ini diketahui sedang mengalami perlambatan signifikan, yang secara langsung memberikan tekanan besar terhadap kinerja sektor ekspor nasional. Kompleksitas masalah ini diperparah oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta bayang-bayang potensi perang dagang internasional yang mengancam stabilitas rantai pasok global.
Christiany Paruntu menekankan bahwa kondisi global yang dinamis tersebut menuntut Indonesia untuk memiliki instrumen perlindungan ekspor yang lebih terintegrasi dan kuat. Hal ini diperlukan agar sektor perdagangan Indonesia tetap mampu mempertahankan daya saingnya meskipun menghadapi berbagai gejolak ekonomi dunia.
Momentum rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor di bawah naungan PT Danantara Strategi Indonesia dinilai sebagai peluang strategis. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menguatkan sinergi antar-BUMN, termasuk melibatkan PT Asuransi Asei Indonesia, guna memberikan dukungan optimal bagi perdagangan komoditas sumber daya alam Indonesia.
"Kehadiran asuransi penjaminan ekspor dinilai penting untuk mengamankan perdagangan komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil (CPO), ferroalloy, dan berbagai produk sumber daya alam lainnya di pasar global," ujar Christiany Eugenia Paruntu.
Penataan ulang grand design asuransi ekspor nasional melalui sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah substansial bagi kas negara. Selain memperkuat proteksi perdagangan, sinergi tersebut berpotensi menghasilkan sumber dividen baru bagi BUMN melalui pengelolaan risiko perdagangan yang lebih terukur dan profesional.
Dirinya juga memberikan apresiasi terhadap upaya PT Asuransi Asei Indonesia yang telah berhasil menuntaskan kerja sama internasional dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
"Langkah tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan standar tata kelola dan kredibilitas kelembagaan asuransi ekspor nasional agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus menghadapi perubahan regulasi perdagangan internasional yang semakin dinamis," kata Christiany Eugenia Paruntu.