TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Keuangan secara resmi mengumumkan pencapaian signifikan dalam penerimaan pajak hingga periode April 2026. Realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp 646,3 triliun pada bulan tersebut.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 16,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year). Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Pertumbuhan signifikan ini disinyalir kuat dipengaruhi oleh implementasi sistem perpajakan otomatis yang baru, yaitu Coretax. Sistem digital ini disebut menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengumpulan penerimaan negara.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam suatu kesempatan publik. Pencapaian tersebut kini setara dengan 27,4 persen dari target outlook APBN 2026 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menteri Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menampik asumsi bahwa peningkatan penerimaan hanya disebabkan oleh perpanjangan batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan wajib pajak orang pribadi.

"Enggak (pajak tinggi karena lapor SPT), ini karena keberhasilan Coretax juga," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sistem Coretax dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diklaim mampu memberikan transparansi yang jauh lebih tinggi karena memproses data wajib pajak secara otomatis, mengurangi celah manipulasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa lebih lanjut menjelaskan dampak langsung dari sistem baru tersebut terhadap kepatuhan wajib pajak. "Sehingga yang biasa ngibul-ngibul bayar pajak, enggak bisa ngibul lagi," lanjut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Selain faktor teknologi, perbaikan fundamental kondisi perekonomian nasional turut mendukung peningkatan kepatuhan dan realisasi pembayaran pajak oleh masyarakat dan badan usaha. Pemerintah menegaskan komitmen untuk tidak menambah beban pungutan baru demi menjaga momentum pemulihan ekonomi.