TREN.BISNISMARKET.COM - Gangguan operasional signifikan terjadi pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Green Line yang melayani rute Rangkasbitung pada Jumat dini hari. Kejadian ini disebabkan oleh aksi kriminalitas yang menargetkan infrastruktur vital persinyalan perkeretaapian.

Peristiwa spesifik yang menimbulkan masalah ini adalah pencurian kabel jenis counting head yang terjadi di area jalur rel. Insiden ini menyebabkan sistem otomatis persinyalan di segmen tersebut mengalami kegagalan fungsi.

Lokasi spesifik terjadinya pencurian kabel yang mengganggu operasional kereta api ini berada di bentang jalur antara Stasiun Daru dan Stasiun Parung Panjang. Area ini merupakan bagian krusial dari lintasan KRL Green Line.

Aksi pencurian kabel tersebut diketahui terjadi pada hari Jumat dini hari, tepatnya pada tanggal 8 Mei 2026. Waktu kejadian ini menunjukkan upaya pelaku memanfaatkan situasi minimnya aktivitas di area rel.

Pihak manajemen KAI Commuter segera merespons insiden tersebut dan memberikan keterangan resmi mengenai dampak yang ditimbulkan. Gangguan ini langsung memengaruhi kelancaran jadwal perjalanan KRL di lintas tersebut.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi adanya kerusakan sistem akibat tindakan vandalisme tersebut. Kerusakan ini berdampak serius pada sistem persinyalan otomatis yang seharusnya menjamin keselamatan perjalanan kereta.

"Untuk perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada lintas tersebut saat ini dilayani dengan sistem manual," kata Karina, Jumat (8/5/2026).

Kutipan tersebut menegaskan bahwa sebagai mitigasi sementara, petugas operasional terpaksa mengalihkan sistem persinyalan menjadi operasi manual. Hal ini dilakukan demi memastikan layanan tetap berjalan meski dengan kecepatan dan prosedur yang lebih lambat.

Dilansir dari berbagai sumber, pengalihan ke sistem manual ini memerlukan koordinasi ekstra ketat antar petugas stasiun dan masinis untuk menghindari potensi risiko keselamatan dalam perjalanan.