TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga komoditas pangan strategis di Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang cukup mencolok pada akhir Mei 2026, terutama pada sektor hortikultura. Peningkatan ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar dan konsumen menjelang pertengahan tahun.

Data resmi mengenai fluktuasi harga harian ini dihimpun oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang berada di bawah naungan Bank Indonesia. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memitigasi potensi gejolak harga di pasar domestik.

Peristiwa kenaikan harga ini tercatat secara spesifik pada hari Jumat, 29 Mei 2026, dengan pengambilan data dilakukan pada pukul 09.30 WIB. Informasi ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan stabilisasi harga pangan.

Lonjakan harga tertinggi dilaporkan terjadi pada komoditas cabai rawit merah, yang harganya berhasil menembus angka fantastis Rp83.850 per kilogram. Kenaikan tajam ini menunjukkan adanya tekanan pasokan yang signifikan di tingkat produsen maupun distribusi.

Selain cabai rawit merah, jenis cabai lainnya dan kelompok bawang juga dilaporkan mengalami peningkatan harga yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya masalah umum yang memengaruhi hasil panen kelompok hortikultura secara keseluruhan.

Sementara itu, komoditas penting lainnya seperti minyak goreng curah menunjukkan stabilitas harga yang relatif baik di pasar. Komoditas ini diperdagangkan pada level Rp20.700 per liter pada waktu pemantauan harga berlangsung.

Angka harga minyak goreng curah tersebut, sebagaimana tercatat dalam catatan PIHPS, dilaporkan lebih rendah jika dibandingkan dengan harga minyak goreng kemasan bermerek I. Perbedaan harga ini seringkali menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih produk.

Aktivitas perdagangan di salah satu pasar, yaitu Pasar Anyar, terpantau cukup ramai pada momen tersebut, meskipun terdapat catatan mengenai kenaikan harga pangan strategis. Hal ini terlihat dari suasana pasar pada Rabu, 18 Februari 2026, saat awal Ramadan 1447 H.

Mengenai kondisi pasar yang ramai tersebut, terdapat sebuah dokumentasi visual yang menunjukkan suasana perdagangan yang aktif, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Foto tersebut diambil oleh Agung Wibowo saat itu.