TREN.BISNISMARKET.COM - PT MRT Jakarta (Perseroda) secara resmi telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan dua perusahaan multinasional, yaitu Hitachi Rail Hong Kong Limited dan Sumitomo Corporation. Kemitraan ini berfokus pada pengerjaan paket kontrak CP207 dalam pembangunan Fase 2A jalur MRT Jakarta yang membentang pada koridor Utara–Selatan.

Paket CP207 secara spesifik menangani pengembangan sistem pengumpulan tarif otomatis atau automatic fare collection (AFC) yang akan diintegrasikan ke dalam gerbang tiket MRT Jakarta. Sistem ini dianggap krusial untuk mendukung operasional jalur baru tersebut.

"Sistem pengumpulan tarif otomatis ini merupakan bagian penting dalam mewujudkan operasional fase 2A lin utara selatan dan upaya mempercepat integrasi layanan transportasi masa depan," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, dalam keterangan resminya.

Pengerjaan paket CP207 mencakup seluruh tahapan, mulai dari perancangan, pabrikasi, pengiriman, hingga pemasangan sistem AFC pada proyek Fase 2A. Kontrak untuk paket pekerjaan ini bernilai total Rp341,5 miliar.

Sistem tiket otomatis yang baru ini dirancang untuk mendukung penuh operasional layanan MRT Jakarta yang akan membentang dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota. Hal ini merupakan bagian dari perluasan jalur yang signifikan di Ibu Kota.

Perkembangan konstruksi Fase 2A secara keseluruhan menunjukkan kemajuan positif, di mana per akhir Mei 2026, progres pembangunan telah mencapai 60,80 persen. Angka ini sedikit melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 59,70 persen.

Secara rinci, beberapa paket pekerjaan menunjukkan kemajuan yang signifikan, seperti CP201 (Thamrin–Monas) yang hampir rampung dengan capaian 92,99 persen. Sementara itu, paket CP202 (Harmoni–Sawah Besar–Mangga Besar) telah mencapai 65,61 persen penyelesaian.

Proyek ini juga mengintegrasikan pembangunan kawasan stasiun dengan konsep transit-oriented development (TOD). Konsep ini bertujuan memadukan fungsi transit dengan ruang publik, bangunan, dan kegiatan manusia untuk mengoptimalkan aksesibilitas transportasi publik.

PT MRT Jakarta menargetkan bahwa segmen pertama Fase 2A, yaitu Bundaran HI–Monas, dapat diselesaikan dan mulai beroperasi pada tahun 2027. Sementara itu, operasional penuh hingga Stasiun Kota ditargetkan dapat terlaksana pada tahun 2029.