TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi pada Sabtu pagi. Klaim ini semakin memperdalam keterlibatan kelompok tersebut dalam konflik yang meluas di kawasan Timur Tengah.

Peristiwa ini terjadi di tengah situasi yang kompleks, di mana Amerika Serikat dilaporkan mengakhiri serangkaian serangan yang telah berlangsung selama 13 hari terhadap Iran. Hal ini menunjukkan dinamika geopolitik yang terus berubah di kawasan tersebut.

Otoritas keamanan Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat di Provinsi Jazan dan Yanbu sekitar pukul 6.10 pagi waktu setempat. Warga diimbau untuk segera mencari tempat perlindungan demi keselamatan mereka.

Tak lama kemudian, peringatan darurat untuk Provinsi Jazan dicabut. Pemerintah mengumumkan melalui unggahan di platform X bahwa "bahaya telah berlalu," menandakan situasi yang berangsur pulih di wilayah tersebut.

Kelompok Islamis yang berpusat di Yaman, Houthi, menyatakan bahwa mereka menargetkan kota Jizan di selatan Arab Saudi. Kota ini terletak strategis di pesisir Laut Merah dan berada di dalam Provinsi Jazan.

"Mereka menargetkan kota Jizan di selatan Saudi," demikian pernyataan yang diunggah melalui Telegram oleh media utama kelompok tersebut. Jizan sendiri merupakan lokasi penting bagi industri minyak negara tersebut.

Raksasa minyak Aramco mengoperasikan sebuah kilang minyak di Jizan. Lokasinya yang berdekatan dengan perbatasan Yaman menjadikannya titik strategis dalam lanskap konflik regional.

Peristiwa ini berlanjut setelah koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan operasi militer pada Jumat. Operasi tersebut menyasar sasaran militer milik Houthi di Hodeida.

Hodeida adalah pelabuhan vital di bagian selatan Laut Merah. Pelabuhan ini telah menjadi titik pusat bagi banyak serangan maritim yang dilakukan oleh kelompok Houthi dalam beberapa tahun terakhir.