TREN.BISNISMARKET.COM - PT Ifishdeco Tbk (IFSH) sedang mematangkan strategi korporasi jangka menengah mereka dengan menetapkan target finansial yang cukup ambisius. Perusahaan ini berupaya keras untuk mencapai level penjualan tahunan yang menyentuh angka Rp1 triliun dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Target ambisius ini tidak hanya berhenti pada capaian pendapatan semata. IFSH juga menghitung proyeksi keuntungan bersih yang diharapkan dapat menyentuh kisaran Rp100 miliar pada tahun yang sama, yaitu 2026.
Upaya mencapai angka fantastis tersebut didorong oleh rencana diversifikasi bisnis yang strategis. Salah satu langkah besar yang tengah dipertimbangkan oleh manajemen adalah rencana untuk melakukan akuisisi di sektor pertambangan.
Secara spesifik, fokus akuisisi yang dibidik oleh IFSH adalah pada aset tambang nikel. Langkah ini menandakan pergeseran fokus bisnis yang signifikan dari sektor perikanan dan kelautan yang selama ini menjadi bisnis utama mereka.
Rencana besar ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat struktur pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada satu sektor industri saja. Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan finansial yang lebih baik di masa mendatang.
"PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berupaya mencapai tingkat penjualan di level Rp 1 triliun, dengan target laba sekitar Rp 100 miliar pada tahun 2026," ujar pihak manajemen IFSH.
Selain itu, rencana akuisisi tambang nikel ini juga sejalan dengan tren kebutuhan global akan mineral strategis. Nikel merupakan komponen krusial dalam produksi baterai kendaraan listrik yang permintaannya diproyeksikan terus meningkat.
Rencana ekspansi ke sektor nikel ini menunjukkan kesiapan IFSH untuk beradaptasi dengan dinamika pasar energi baru dan terbarukan yang sedang berkembang pesat di Indonesia maupun dunia.
Dikutip dari informasi yang beredar, manajemen telah mengalokasikan sumber daya untuk melakukan studi kelayakan (feasibility study) terkait potensi dan kesiapan operasional tambang nikel yang akan diakuisisi.