TREN.BISNISMARKET.COM - Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing masih mendominasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada awal periode Juli 2026. Periode perdagangan yang diamati, yakni dari 29 Juni hingga 3 Juli 2026, menunjukkan total nilai jual bersih asing mencapai Rp2,73 triliun.

Pergerakan pasar ini terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi sebesar 0,35% sepanjang pekan tersebut, ditutup pada level 5.875,78. Koreksi ini terjadi meskipun IHSG sempat menguat pada tiga dari lima hari perdagangan yang berlangsung.

Kontributor terbesar dari aksi jual asing ini didominasi oleh saham-saham perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar (big caps). Bank-bank unggulan ini menjadi sasaran utama penjualan investor asing sepanjang periode tersebut.

Secara spesifik, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Nilai net sell asing untuk saham perbankan raksasa ini tercatat mencapai Rp1,08 triliun.

Posisi kedua dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dengan nilai pelepasan mencapai Rp655,2 miliar. Menyusul di urutan ketiga adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) senilai Rp363,2 miliar.

Selain sektor perbankan, saham dari sektor lain seperti siklikal dan telekomunikasi juga turut menjadi perhatian jual asing. PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mencatat net sell asing sebesar Rp227,5 miliar dalam periode tersebut.

Daftar saham lain yang paling banyak dilepas asing termasuk PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai Rp195,2 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) senilai Rp143,3 miliar.

Aktivitas transaksi secara keseluruhan juga menunjukkan perlambatan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian turun drastis sebesar 35,9% menjadi Rp11,27 triliun dari posisi Rp17,58 triliun.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami penurunan cukup besar, yakni 30,35%, mencapai 17,54 miliar saham pada pekan yang bersangkutan.