TREN.BISNISMARKET.COM - Harga minyak mentah global diperkirakan akan melanjutkan tren penurunan pada pekan mendatang. Faktor utama pendorong pelemahan ini adalah meningkatnya pasokan minyak dunia dan meredanya ketegangan geopolitik yang sempat membayangi kawasan Timur Tengah.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan prediksinya mengenai pergerakan harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI). Ia memperkirakan WTI akan bergerak dalam rentang harga antara US$64,70 hingga US$72,10 per barel.

Secara teknikal, Ibrahim melihat adanya potensi besar untuk koreksi harga lebih lanjut. Hal ini didasarkan pada prospek harga minyak yang diperkirakan bisa bertahan di bawah batas psikologis penting, yaitu US$70 per barel.

"Kemungkinan besar harga minyak mentah ini akan terus terkoreksi di bawah US$70 per barel mendekati US$S60 per barel. Sehingga kisarannya ada di US$64 dolar per barrel," kata Ibrahim pada Minggu (5/7/2026).

Dari perspektif fundamental, tekanan utama pada harga minyak berasal dari membaiknya kondisi distribusi minyak. Hal ini terjadi karena adanya optimisme baru mengenai hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, khususnya terkait jalur Selat Hormuz.

Pasar kini tengah mencermati kelanjutan pembahasan diplomatik antara kedua negara mengenai Selat Hormuz. Salah satu poin penting yang dinanti adalah kemungkinan pencabutan sebagian sanksi ekonomi yang saat ini diberlakukan terhadap Iran.

Optimisme bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan secara permanen dinilai membuka celah bagi kelancaran arus distribusi minyak mentah dari kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak langsung pada volume distribusi minyak.

Akibat kelancaran distribusi, volume minyak yang melewati Selat Hormuz dilaporkan meningkat signifikan, bahkan melampaui angka 103,1 juta barel per hari. Peningkatan volume ini memunculkan indikasi adanya kelebihan pasokan di pasar global.

"Meningkatnya distribusi minyak membuat pasokan global semakin melimpah sehingga tekanan terhadap harga minyak masih cukup besar," imbuhnya.