TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh Reuters pada Rabu, 10 Juni 2026, mengungkap dugaan keuntungan besar yang diraih oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta keluarganya dari berbagai lini bisnis mata uang kripto. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa keluarga Trump disebut berhasil mengakumulasi kekayaan hingga mencapai US$ 2,3 miliar, setara dengan sekitar Rp 41,4 triliun.

Aksi pengumpulan dana masif ini diklaim dilakukan dengan risiko finansial pribadi yang sangat minim dari pihak keluarga Trump. Ironisnya, di sisi lain, para investor ritel yang tergiur oleh nama besar keluarga tersebut harus menghadapi kerugian total yang jumlahnya setara, yakni mencapai US$ 2,3 miliar atau sekitar Rp 41,4 triliun menyusul kehancuran nilai aset kripto yang mereka beli.

Menurut temuan Reuters, pola bisnis ini diterapkan keluarga pertama Amerika Serikat tersebut untuk menjaring dana dari lebih dari satu juta investor. Angka kerugian besar yang terakumulasi hingga akhir April mencakup investor ritel yang membeli token kripto secara langsung maupun mereka yang berinvestasi melalui instrumen seperti ETF.

Secara hukum, praktik pemberian lisensi nama ini dinilai legal oleh pakar etika pemerintahan selama tidak ada pertukaran akses regulasi demi keuntungan finansial pribadi keluarga kepresidenan. Donald Trump sendiri memang dikenal menyukai model bisnis yang minim modal ini dalam berbagai kesempatan.

"Kesepakatan lisensi adalah kesepakatan terbaik dari semua kesepakatan karena tidak ada risiko. Kesepakatan lisensi lebih baik karena Anda tidak perlu mengeluarkan modal apa pun," jelas Donald Trump ketika memaparkan strategi bisnisnya dalam sebuah wawancara di masa lampau.

Banyak investor mengakui bahwa mereka sebenarnya menyadari rekam jejak bisnis Trump yang pernah mengalami kegagalan di masa lalu. Namun, posisi politiknya yang tinggi membuat banyak warga percaya bahwa investasi kali ini akan menghasilkan keuntungan besar, yang kini berujung pada kekecewaan mendalam dan kemarahan.

Seorang insinyur perangkat lunak di Santa Barbara, Fatime Elrgdawy, 29 tahun, menceritakan pengalamannya terjebak dalam investasi koin meme $TRUMP[cite: 1]. Ia rela menginvestasikan tabungannya sebesar US$ 2.000 (sekitar Rp 36 juta) karena percaya pada nama besar sang presiden, namun nilai asetnya anjlok drastis menjadi kurang dari US$ 120 (sekitar Rp 2,16 juta) setelah koin tersebut ambles 97% dari harga tertinggi.

"Saya sekarang berpikir itu hanya skema pump and dump," ketus Fatime Elrgdawy dengan nada sangat kecewa atas kerugian yang dialaminya.

Kondisi serupa dialami oleh Matt, seorang mekanik dari Indiana, yang menginvestasikan US$ 40.000 (sekitar Rp 720 juta) ke saham perusahaan ALT5 Sigma. Nilai investasinya telah merosot 79%, menyebabkan kerugian sekitar US$ 32.700 (sekitar Rp 588,6 miliar). Meskipun demikian, Matt memilih untuk tidak menyalahkan keluarga Trump, karena ia menduga penurunan harga disebabkan oleh aksi ambil posisi short oleh investor anti-Trump.