TREN.BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya perlambatan signifikan dalam pembiayaan kendaraan oleh perusahaan multifinance. Angka perlambatan tercatat sebesar 1,44% secara tahunan (yoy) hingga Mei 2026, dengan total pembiayaan mencapai Rp 402,49 Triliun.
Dampak perlambatan penyaluran kredit multifinance ini secara langsung mempengaruhi kinerja bisnis di sektor asuransi kendaraan bermotor. Kondisi ini menuntut adanya strategi adaptasi yang lebih kuat dari para pelaku industri asuransi.
Dalam menghadapi tekanan tersebut, industri asuransi dituntut untuk memperkuat sumber-sumber pertumbuhan yang sudah ada. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi dari asuransi kendaraan yang telah beredar di pasaran saat ini.
Selain itu, perluasan saluran distribusi menjadi kunci penting dalam strategi adaptasi ini. Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial diharapkan dapat membuka peluang baru untuk menjangkau nasabah lebih luas.
"Industri asuransi dituntut untuk memperkuat sumber pertumbuhan, diantaranya asuransi kendaraan yang sudah beredar di pasaran hingga memperluas saluran distribusi dengan memanfaatkan teknologi digital dan sosial media," ujar Vincent C. Soegianto, President Director & CEO Oona Insurance Indonesia.
Di sisi lain, segmen kendaraan listrik mulai menjadi peluang pertumbuhan baru yang menjanjikan bagi industri asuransi. Sektor ini berpotensi untuk memperluas basis premi asuransi di masa depan.
Pertanyaan mendasar kini adalah bagaimana strategi bisnis asuransi umum dapat menghadapi efek tekanan yang ditimbulkan oleh perlambatan pembiayaan kendaraan multifinance. Hal ini menjadi fokus perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan industri.
Untuk mendalami lebih lanjut mengenai strategi bisnis asuransi umum dalam menghadapi tantangan ini, dialog mendalam dilakukan. Andi Shalini berkesempatan berbincang dengan President Director & CEO Oona Insurance Indonesia, Vincent C. Soegianto.
Pembahasan ini disiarkan secara langsung dalam program Power Lunch di CNBC pada hari Jum'at, 24 Juli 2026. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh industri asuransi.