TREN.BISNISMARKET.COM - Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pulau Buluh, yang merupakan koperasi pertama di Kota Batam, dilaporkan telah menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya. Peresmian koperasi ini sendiri dilaksanakan pada September 2025, namun operasionalnya tidak mampu bertahan lama.
Koperasi ini awalnya memiliki 49 anggota dan berupaya menjalankan tiga lini usaha utama. Tiga unit usaha tersebut meliputi gerai sembako, pangkalan LPG 3 kilogram, serta agen BRILink yang diharapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat Pulau Buluh.
Namun, realitas operasional ternyata jauh dari harapan. Pengelola koperasi dilaporkan mengalami kesulitan dalam menjalankan seluruh aktivitas sendirian, yang berujung pada terhentinya kegiatan.
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Sekretaris KKMP Pulau Buluh, Pak Firman, beliau kewalahan mengurus koperasi tersebut sendirian tanpa didampingi pengurus lainnya yang sibuk dengan urusan masing-masing," ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Batam, Salim.
Kondisi pengelolaan yang tidak optimal ini akhirnya membuat koperasi tidak mampu mempertahankan kelangsungan usahanya. Keputusan untuk menghentikan operasional diambil pada Desember 2025.
"Sehingga pada bulan Desember 2025, KKMP Pulau Buluh tidak mampu mempertahankan operasional dan menghentikan kegiatan usahanya," lanjut Salim, menjelaskan dampak dari kendala tersebut.
Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap pola pengelolaan koperasi. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang kembali pada koperasi-koperasi lain yang mengusung nama Koperasi Merah Putih di wilayah Batam.
Sebelumnya, keberadaan Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh sempat menjadi angin segar bagi warga. Bangunan yang tadinya ramai kini tampak sepi setelah kegiatan operasional dihentikan sekitar Juni 2026, menandai berakhirnya masa operasi koperasi tersebut hanya dalam kurun waktu lima bulan.
Salah seorang warga Pulau Buluh, Alimatusyadiah, mengungkapkan bahwa koperasi tersebut sempat menjadi pilihan favorit masyarakat. Hal ini dikarenakan penawaran harga kebutuhan pokok yang dinilai lebih murah dibandingkan toko-toko lain di sekitarnya.