TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Indonesia (BI) melaporkan pencapaian signifikan dalam penggunaan sistem pembayaran QRIS antarnegara pada kuartal II tahun 2026. Transaksi yang masuk ke Indonesia (net inbound) tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp1,52 triliun.
Capaian ini merupakan hasil dari akumulasi transaksi yang masuk ke Indonesia (inbound) sebesar Rp1,85 triliun, yang kemudian dikurangi dengan transaksi keluar dari Indonesia (outbound) yang berjumlah sekitar Rp330 miliar.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, memaparkan rincian angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa nilai bersih transaksi inbound sebesar Rp1,52 triliun tersebut merefleksikan peningkatan penggunaan QRIS oleh turis asing di Indonesia.
"Kalau kita lihat di triwulan II 2026 ini transaksi QRIS antarnegara secara net inbound nominalnya sebesar Rp1,52 triliun," ujar Filianingsih.
Ia melanjutkan, "Ini berasal dari nominal transaksi inbound sebesar Rp1,85 triliun dan outbound sekitar Rp330 miliar," tambah Deputi Gubernur BI tersebut.
Pemerintah melalui Bank Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas jangkauan konektivitas pembayaran lintas negara. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng sejumlah negara potensial.
Saat ini, Bank Indonesia masih dalam tahap penjajakan kemitraan penggunaan QR antarnegara dengan negara-negara strategis seperti Arab Saudi, India, dan Hong Kong.
Filianingsih menekankan bahwa implementasi perluasan ini sangat bergantung pada kesiapan berbagai aspek di masing-masing negara mitra. Faktor-faktor krusial meliputi kesiapan regulasi, infrastruktur pendukung, serta koordinasi yang baik dengan otoritas keuangan di negara tersebut.
"Namun, implementasinya kita harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara," tegas Filianingsih.