TREN.BISNISMARKET.COM - Telegram kembali menjadi sorotan utama dalam dunia teknologi finansial setelah pendirinya, Pavel Durov, mengumumkan sebuah langkah strategis yang signifikan. Pengumuman ini terkait dengan rencana ambisius untuk mengintegrasikan dompet kripto non-kustodian langsung ke dalam aplikasi perpesanan populer tersebut.

Langkah besar ini disambut positif oleh pasar aset kripto, terbukti dari lonjakan harga koin Gram. Koin digital yang terkait erat dengan ekosistem Telegram ini mengalami kenaikan nilai yang cukup signifikan, menembus angka lebih dari 7 persen.

Integrasi dompet kripto non-kustodian ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Telegram untuk memperluas layanannya di luar komunikasi. Tujuannya adalah untuk menyediakan infrastruktur finansial yang terdesentralisasi bagi para penggunanya di seluruh dunia.

Pavel Durov, sebagai tokoh sentral di balik Telegram, secara langsung menyampaikan rencana ini kepada publik. Pengumuman tersebut memberikan sinyal kuat mengenai keseriusan Telegram dalam memasuki ranah keuangan digital yang terus berkembang pesat.

"Kami melihat potensi besar dalam teknologi blockchain untuk memberdayakan pengguna dan menciptakan ekosistem yang lebih terbuka," ujar Pavel Durov, menggarisbawahi pentingnya inovasi ini.

Kenaikan harga Gram yang terjadi segera setelah pengumuman tersebut menunjukkan antusiasme pasar terhadap rencana Telegram. Investor dan pengamat kripto memandang langkah ini sebagai katalis positif bagi adopsi dan utilitas Gram di masa depan.

Integrasi dompet kripto ini akan memungkinkan pengguna Telegram untuk menyimpan, mengirim, dan menerima aset kripto secara langsung melalui platform yang sudah mereka gunakan sehari-hari. Hal ini berpotensi menyederhanakan akses terhadap layanan keuangan digital bagi jutaan pengguna Telegram.

"Penyediaan dompet kripto non-kustodian akan memberikan kendali penuh kepada pengguna atas aset digital mereka," kata Pavel Durov, menekankan aspek keamanan dan privasi.

Perkembangan ini menandai evolusi Telegram dari sekadar aplikasi perpesanan menjadi sebuah platform yang lebih komprehensif, mencakup berbagai layanan digital termasuk yang berkaitan dengan keuangan terdesentralisasi.