• TREN.BISNISMARKET.COM - Pusat Gadai Indonesia (PGI), yang telah berdiri selama dua dekade, kini merambah ke layanan gadai produk emas, melengkapi lini bisnis utamanya yang berfokus pada elektronik dan BPKB kendaraan bermotor. Ekspansi ini dilakukan seiring dengan upaya perusahaan untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar.

Andrew Susanto, Founder & CEO PGI, menjelaskan bahwa kehadiran PGI sebagai pegadaian swasta bertujuan untuk memberikan alternatif layanan gadai yang lebih luas, khususnya pada produk elektronik dan BPKB kendaraan bermotor. Pendekatan ini diharapkan dapat menjangkau segmen pasar yang lebih beragam.

Sebagai pelopor dalam layanan gadai elektronik, PGI menawarkan keunggulan dalam hal Loan to Value (LTV) yang tinggi. Nilai LTV yang kompetitif ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi nasabah yang membutuhkan likuiditas cepat untuk berbagai keperluan.

"PGI menawarkan keunggulan Loan to Value (LTV) yang tinggi sebagai daya tarik," ungkap Andrew Susanto. Keunggulan ini dirancang untuk memberikan nilai maksimal bagi aset yang digadaikan, sehingga nasabah dapat memperoleh pinjaman yang lebih besar.

Melihat potensi pasar gadai yang besar di Indonesia, PGI memutuskan untuk memperluas jangkauan layanannya. Kini, produk emas juga menjadi salah satu aset yang dapat digadaikan di PGI, membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan pendanaan.

"Menilik besarnya pasar gadai Tanah Air, PGI memperluas layanan ke produk emas," jelas Andrew Susanto. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap permintaan pasar dan diversifikasi portofolio layanan perusahaan.

Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli yang sedang terjadi, bisnis gadai memang menghadapi tantangan. Namun, kenaikan harga beberapa produk elektronik hingga 30% justru membuka peluang peningkatan nilai pinjaman bagi PGI.

"Di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli saat ini, bisnis gadai justru mengalami tekanan namun adanya kenaikan harga elektronik hingga 30% yang dapat meningkatkan pinjaman turut membaik," ujar Andrew Susanto. Situasi ini menunjukkan adanya peluang yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Saat ini, PGI telah membangun jaringan yang kuat dengan 1.000 outlet yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa dan Sumatra. Kehadiran yang merata ini mempermudah akses nasabah terhadap layanan gadai yang ditawarkan.