TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat capaian gemilang dalam menarik investasi, dengan total realisasi mencapai Rp173,6 triliun pada triwulan kedua tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data yang dipaparkan dalam konferensi pers laporan APBD Jakarta triwulan II 2026 ini juga menggarisbawahi dominasi Jakarta dalam peta investasi nasional. Realisasi investasi ibu kota berkontribusi sebesar 17,20% terhadap total investasi nasional.

Posisi teratas ini kembali menegaskan bahwa Jakarta masih menjadi destinasi investasi paling diminati se-Indonesia. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh dari kalangan dunia usaha terhadap prospek ekonomi ibu kota.

"Capaian ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat memberikan keterangan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.

Komposisi investasi yang masuk terbagi dalam dua kategori utama. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp106,5 triliun, atau sekitar 61,3% dari total realisasi.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sebesar Rp67,1 triliun, yang setara dengan 38,7% dari keseluruhan investasi yang masuk ke Jakarta.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang sehat, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan kepastian dan kemudahan bagi para pelaku usaha. Berbagai kebijakan strategis akan terus diluncurkan.

"Kami memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi 251 perusahaan dalam menyelesaikan berbagai kendala dalam usaha dan investasi. Selain itu juga fasilitasi 13 potensi kerjasama investasi dengan calon investor yang besar-besar," ucap beliau.

Langkah-langkah proaktif ini diambil untuk mempertahankan daya tarik Jakarta sebagai tujuan investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di masa depan.