TREN.BISNISMARKET.COM - Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) telah menimbulkan keresahan publik. Kejadian ini menunjukkan adanya kerentanan serius dalam sistem kelistrikan nasional yang perlu segera ditangani.

Institute for Energy Economics and Policy Studies (IESR) menjadi salah satu pihak yang menyoroti dampak negatif dari gangguan kelistrikan ini. Mereka mendesak adanya respons cepat dari otoritas terkait untuk mengurai akar masalah yang ada.

Inti permasalahan yang disoroti adalah bagaimana gangguan pada satu elemen jaringan di sistem interkoneksi Jamali dapat berkembang menjadi pemadaman skala besar. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam redundansi dan mitigasi risiko sistem.

Pihak IESR secara tegas meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menanggapi isu ini. Mereka menekankan pentingnya transparansi dalam proses penelusuran penyebab utama pemadaman yang meluas tersebut.

"Gangguan pada satu elemen jaringan dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) dinilai tidak seharusnya berkembang menjadi pemadaman luas," ujar perwakilan IESR. Pernyataan ini menekankan bahwa sistem seharusnya mampu menahan kejutan tunggal tanpa menimbulkan dampak domino.

Investigasi menyeluruh menjadi tuntutan utama dari IESR untuk memastikan akuntabilitas dan perbaikan sistem di masa mendatang. Mereka berharap hasil investigasi dapat menjadi landasan perbaikan infrastruktur kelistrikan.

Tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap frekuensi pemadaman yang dirasakan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Efeknya tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga sektor industri dan perekonomian secara keseluruhan.

Pemerintah didorong untuk tidak hanya memperbaiki kerusakan teknis yang terjadi, tetapi juga meninjau ulang prosedur operasional standar (SOP) pengamanan jaringan kelistrikan nasional. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Diharapkan melalui investigasi yang komprehensif, pemerintah dapat mengidentifikasi titik lemah sistem Jamali. Langkah perbaikan struktural dan manajerial harus segera diimplementasikan demi menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.