TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tengah menggelar program pelatihan intensif bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Pelatihan ini berlangsung selama dua minggu, yaitu dari tanggal 17 hingga 31 Juli 2026, sebagai bagian dari persiapan operasional lembaga ekonomi desa tersebut.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para calon manajer dengan berbagai keterampilan esensial. Materi yang diberikan mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, serta penguatan kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan kepemimpinan sebagai bekal utama bagi calon manajer. Keterampilan ini dinilai krusial dalam mengelola Kopdes Merah Putih secara efektif dan berkelanjutan ke depannya.

"Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry Juliantono dalam keterangan tertulisnya.

Tahapan pembinaan calon manajer Kopdes Merah Putih ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Sebelumnya, para peserta telah menjalani pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan.

Ferry Juliantono menjelaskan bahwa calon manajer akan melalui tiga tahapan utama, yaitu pembentukan karakter, penguatan kompetensi manajerial, dan sertifikasi kompetensi. Tujuannya adalah memastikan setiap manajer memiliki integritas, kemampuan, dan profesionalisme yang memadai untuk mengelola koperasi.

"Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut. Karena itu, jangan mudah menyerah dan tetap fokus pada misi besar membangun ekonomi desa melalui koperasi," pesan Ferry Juliantono kepada para peserta.

Keberhasilan operasional Kopdes Merah Putih sangat bergantung pada kualitas para manajer yang bertindak sebagai ujung tombak di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif.

"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini," terang Ferry Juliantono.