TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kualitas permukiman masyarakat melalui program bedah rumah. Pada tahun 2026, ditargetkan sebanyak 400.000 unit rumah tidak layak huni akan direnovasi.

Angka tersebut merupakan peningkatan drastis, mencapai sembilan kali lipat dari target yang telah ditetapkan sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai upaya serius untuk memastikan lebih banyak warga mendapatkan hunian yang layak dan sehat.

Program perbaikan rumah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah kekumuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama adalah pada rumah-rumah yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan huni.

Peningkatan target ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menangani isu perumahan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga berdampak positif pada kesehatan dan kualitas hidup para penghuninya.

"Target ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk menyediakan rumah yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Beliau menambahkan bahwa upaya ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif dari masyarakat. Pelaksanaan program akan dipantau secara ketat untuk memastikan efektivitasnya.

Peningkatan target yang signifikan ini juga memerlukan alokasi anggaran yang memadai serta strategi pelaksanaan yang matang. Pemerintah tengah mengkaji berbagai skema pendanaan dan kemitraan untuk mencapai tujuan tersebut.

Selain itu, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi dan industri terkait. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Dikutip dari Kompas, penargetan 400.000 unit rumah ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya pengentasan rumah tidak layak huni di seluruh penjuru negeri.