TREN.BISNISMARKET.COM - Pemegang saham PT Pos Indonesia (Persero) telah memutuskan perombakan besar pada jajaran direksi perusahaan. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada 15 Juli 2026, M. Iskandar Kunaefi resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama yang baru.
Penunjukan M. Iskandar Kunaefi ini menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Daud Joseph. Perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menghadapi tantangan ke depan.
Keputusan penting ini tertuang dalam Keputusan Para Pemegang Saham PT Pos Indonesia Nomor 343 Tahun 2026 dan Nomor SK.120/DI-DAM/DO/2026. Keputusan tersebut mencakup pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, serta pengangkatan anggota direksi baru.
Keputusan ini ditetapkan di Jakarta dan ditandatangani oleh Dony Oskaria selaku Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara sebagai pemegang saham Seri A Dwiwarna, serta Riko Banardi selaku Direktur PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham Seri B.
Dalam keputusan tersebut, Daud Joseph diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Direktur Utama terhitung efektif sejak 30 Juni 2026. Pemberhentian ini dilakukan setelah beliau mengajukan pengunduran diri.
Pemegang saham juga menyampaikan apresiasi yang tulus atas kontribusi tenaga dan pikiran Daud Joseph selama memimpin PT Pos Indonesia. Dukungannya dinilai sangat berharga bagi perusahaan.
Selain pergantian pucuk pimpinan, PT Pos Indonesia juga melakukan penataan organisasi yang signifikan. Jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang sebelumnya digabung, kini dipisah menjadi dua posisi terpisah.
Fathul Anwar, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, kini dialihkan tugasnya menjadi Direktur Keuangan. Masa jabatannya akan berlanjut sesuai dengan sisa masa jabatan sebelumnya.
Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, pemegang saham juga mengangkat dua anggota direksi baru. M. Iskandar Kunaefi dipercaya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Direktur Utama, sementara Rosmanidar Zulkifli ditunjuk sebagai Direktur Manajemen Risiko.