TREN.BISNISMARKET.COM - Israel, sebuah negara yang kerap diberitakan karena dinamika geopolitiknya, ternyata juga merupakan rumah bagi para konglomerat kelas dunia. Daftar miliarder Forbes mencatat lebih dari 40 individu dari negara tersebut yang memiliki kekayaan puluhan miliar dolar.

Kekayaan para miliarder Israel ini tersebar di berbagai sektor industri, mulai dari real estate, teknologi, hingga industri game online. Menariknya, beberapa dari mereka berhasil membangun 'mesin uang' yang beroperasi hingga ke Indonesia.

Salah satu sosok terkaya adalah Idan, yang pada 11 Maret 2026 tercatat menduduki peringkat teratas di Israel dengan kekayaan mencapai US$34,9 miliar. Kekayaannya mengalami lonjakan signifikan lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Idan mengoperasikan lebih dari 210 kapal bulk, kapal kontainer, dan kapal tanker minyak mentah melalui perusahaannya, Eastern Pacific Shipping," demikian informasi yang disampaikan. Selain itu, ia juga memiliki saham mayoritas di Israel Corp, tim sepak bola Spanyol Atletico de Madrid, dan klub bola Portugal FC Famalicao.

Saudara Idan, Eyal, juga termasuk dalam jajaran orang terkaya di Israel. Pria berusia 75 tahun ini mengumpulkan kekayaan sebesar US$33,1 miliar dari beragam lini bisnis.

Eyal dilaporkan sebagai bos Ofer Global dari Monaco dan memiliki portofolio properti yang luas, mencakup lebih dari 120 aset di seluruh dunia. Aset ini termasuk properti prestisius di Manhattan, Amerika Serikat.

"Eyal juga memiliki aset di bidang teknologi melalui dana ventura O.G. Venture Partners dan O.G. Energy, serta saham di perusahaan publik seperti Mizrahi Tefahot Bank dan Royal Caribbean Cruises," papar sumber berita. Ayah mereka, Sammy Offer, merupakan seorang raja pelayaran yang asetnya kemudian dibagi antara Idan dan Eyal.

Sementara itu, Igor bersama adiknya, Dmitri, sukses membangun bisnis pengembang game online melalui perusahaan Playrix. Produk-produk mereka yang populer meliputi Homescapes, Fishdom, dan Township.

"Kedua bersaudara ini telah memasarkan game online mereka sejak masa SMA di Rusia sebelum akhirnya memindahkan kantor pusat Playrix ke Israel pada tahun 2022," tulis sumber tersebut. Perusahaan ini mempekerjakan 1.500 karyawan asal Rusia dan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$2,5 miliar.