TREN.BISNISMARKET.COM - Momen menarik terjadi di sektor perbankan nasional seiring dengan pesatnya adopsi teknologi pembayaran nirsentuh. Bank Rakyat Indonesia (BRI) melaporkan adanya kenaikan signifikan dalam penggunaan kartu debit contactless mereka sepanjang kuartal pertama tahun 2026.

Pertumbuhan ini terlihat sangat impresif, di mana frekuensi transaksi tercatat melonjak hingga 1.100% selama periode Januari hingga Maret 2026. Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen menuju metode pembayaran yang lebih cepat dan higienis.

Secara nominal, nilai total transaksi yang berhasil dicatatkan melalui fitur debit contactless BRI pada periode yang sama mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp 15,9 triliun. Angka ini menggarisbawahi keberhasilan strategi digitalisasi yang telah digalakkan oleh bank BUMN tersebut.

Sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan ini, BRI telah melakukan langkah nyata di lapangan. Bank tersebut dikabarkan telah menerbitkan satu juta kartu debit yang dilengkapi dengan teknologi nirsentuh (contactless).

Penerbitan kartu dalam jumlah besar ini menjadi fondasi utama yang mendukung lonjakan transaksi yang terjadi belakangan ini. Hal ini menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan saat melakukan pembayaran di berbagai mesin EDC.

Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana BRI mampu mendorong adopsi teknologi ini sedemikian rupa dalam waktu singkat. Peningkatan volume ini menjadi cerminan keberhasilan edukasi dan ketersediaan infrastruktur pendukung.

Dikutip dari sumber berita, pertumbuhan transaksi debit contactless BRI mengalami kenaikan fantastis mencapai 1.144% dalam periode Januari hingga Maret 2026. Angka ini sekaligus mengantar nilai transaksi mencapai Rp 15,9 triliun.

Lebih lanjut, informasi menyebutkan bahwa frekuensi dan nilai transaksi kartu debit contactless BRI tumbuh 1.100% pada periode Januari-Maret 2026. Hal ini menunjukkan bahwa kecepatan transaksi nirsentuh semakin digemari nasabah.

Selain itu, BRI juga telah mengambil langkah proaktif dengan merilis satu juta kartu debit contactless baru. Langkah ini secara langsung mendukung percepatan ekosistem pembayaran nirsentuh di seluruh Indonesia.