TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Mandiri telah mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kuartal awal tahun 2026. Hingga bulan April 2026, total dana KUR yang telah disalurkan oleh bank BUMN ini mencapai angka signifikan sebesar Rp14,54 triliun.
Fokus utama penyaluran kredit ini diarahkan untuk mendukung sektor riil dan produktif di Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memulihkan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui UMKM.
Secara spesifik, sektor pertanian menjadi penerima manfaat terbesar dari program KUR yang digulirkan oleh Bank Mandiri. Alokasi dana yang besar ini menunjukkan komitmen bank dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mayoritas dari total penyaluran KUR tersebut dialokasikan sebagai modal kerja bagi para pelaku usaha di sektor produksi. Hal ini bertujuan memastikan bahwa UMKM memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan operasional mereka.
Sektor pertanian, khususnya, tampak meraih keuntungan substansial dari akses permodalan yang lebih mudah ini. Peningkatan modal kerja diharapkan dapat mendorong peningkatan hasil produksi komoditas pangan.
"Bank Mandiri telah menyalurkan KUR Rp 14,54 triliun hingga April 2026," bunyi salah satu catatan resmi terkait kinerja penyaluran KUR tersebut.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa sektor pertanian mendominasi dalam penyerapan dana KUR tersebut. Hal ini mengindikasikan keberhasilan program dalam menyentuh sektor yang membutuhkan dukungan pembiayaan produktif.
"Sektor pertanian mendominasi, raih keuntungan besar dari modal kerja ini," demikian penegasan mengenai dampak positif penyaluran KUR terhadap sektor agrikultur.
Dilansir dari sumber berita terkait, realisasi ini menunjukkan peran aktif Bank Mandiri dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penyaluran yang terfokus pada sektor produksi menjadi kunci keberhasilan ini.