TREN.BISNISMARKET.COM - Survei nasional yang diselenggarakan oleh Citra Nasional Network (CNN) baru-baru ini mengungkap tingkat kepuasan publik yang signifikan terhadap operasional dan komunikasi PT Pertamina (Persero). Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja perusahaan energi pelat merah tersebut.
Angka kepuasan publik yang mencapai 83,7 persen ini secara jelas merefleksikan penerimaan positif masyarakat terhadap upaya Pertamina dalam menjaga kestabilan distribusi energi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menjadi indikator penting mengenai keberhasilan strategi perusahaan dalam menjamin ketersediaan energi nasional.
Pengumpulan data untuk riset ini dilaksanakan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu mulai tanggal 4 hingga 17 April 2026, seperti yang telah disampaikan oleh Media Indonesia. Penelitian ini melibatkan 1.580 responden yang merupakan pengguna aktif dari produk seperti Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kilogram.
Metode penelitian yang digunakan adalah multistage random sampling, yang memberikan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error pengujian sekitar 2,47 persen. Hal ini menunjukkan bahwa hasil survei memiliki reliabilitas yang cukup kuat dalam mencerminkan pandangan masyarakat luas.
Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, menekankan bahwa capaian kepuasan ini menegaskan peran vital Pertamina dalam mengamankan suplai energi negara. Kepercayaan publik yang tinggi ini menjadi tolok ukur utama kesuksesan perusahaan dalam mengelola sektor energi.
"Kepercayaan publik yang tinggi ini menunjukkan bahwa masyarakat menilai Pertamina mampu menjaga stabilitas distribusi energi nasional secara berkelanjutan," ujar Sutisna, menyoroti konsistensi kinerja perusahaan.
Riset tersebut juga memetakan pola konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat, di mana 67,2 persen responden mengaku membeli BBM setiap hari. Sementara itu, sebanyak 29,1 persen responden mengisi BBM setiap tiga hari sekali, dan sisanya membeli dengan interval lebih dari tiga hari.
Lebih lanjut, Sutisna menjelaskan bahwa mayoritas responden, yakni 79,7 persen, mendapatkan BBM mereka melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) jaringan Pertamina. Sisanya, sekitar 20,3 persen, memperoleh BBM dari pengecer atau sumber penyedia BBM swasta lainnya.
Terkait distribusi LPG 3 kilogram, data menunjukkan bahwa 67,7 persen masyarakat memperoleh gas subsidi tersebut di warung terdekat. Hanya sebagian kecil, yaitu 27,4 persen responden, yang mengaksesnya langsung dari pangkalan resmi penyalur gas.