TREN.BISNISMARKET.COM - Usia sebuah perangkat telepon genggam (HP) tidak semata-mata diukur dari kapan pengguna membelinya atau mulai mengaktifkannya. Secara teknis, umur perangkat ditentukan oleh dua variabel krusial, yaitu waktu peluncuran resmi produk tersebut dan periode masa dukungan perangkat lunak (software support) yang masih diberikan oleh pabrikan.

Mengetahui secara pasti sisa umur operasional HP sangat penting bagi pengguna agar mereka dapat memastikan perangkat tersebut masih berfungsi secara optimal dan terjamin keamanannya untuk aktivitas harian. Performa dan keamanan sebuah ponsel tidak bisa hanya dinilai dari kondisi fisik luarnya saja.

Meskipun bodi ponsel terlihat masih mulus dan terawat, komponen internal di dalam HP memiliki batas usia pakai yang wajar. Faktor penentu lainnya adalah seberapa lama ponsel tersebut masih dijamin mendapatkan pembaruan sistem dari produsen.

Dukungan pembaruan ini bukan berarti ponsel akan otomatis berhenti berfungsi begitu masa berlakunya habis. Namun, perangkat akan berhenti menerima perbaikan penting serta lapisan perlindungan yang esensial untuk menjaga keamanan dan kelancaran operasionalnya.

Setiap merek dan seri ponsel memiliki kebijakan durasi dukungan yang berbeda-beda antar satu sama lain. Sebagai contoh, beberapa ponsel kelas premium seperti Samsung Galaxy S26 atau Google Pixel terbaru diklaim dapat menerima pembaruan sistem dan keamanan hingga tujuh tahun lamanya.

Sementara itu, model ponsel kelas menengah, misalnya seri Galaxy A dari Samsung, umumnya mendapatkan dukungan sekitar empat tahun sejak peluncuran. Merek lain seperti Xiaomi dan Motorola disebutkan cenderung memberikan dukungan selama tiga tahun sejak perangkat tersebut dirilis ke pasaran.

Menurut analisis dari Tech Advisor, semakin tua usia dukungan resmi sebuah ponsel, semakin tinggi pula risiko yang mengintai penggunanya. "Menggunakan perangkat yang sudah melewati masa dukungan resmi berarti celah keamanan yang ditemukan tidak akan pernah ditambal lagi," ujar narasumber dari Tech Advisor.

Hal ini secara langsung membuka peluang yang lebih besar terhadap serangan siber, khususnya ketika pengguna melakukan kegiatan sensitif seperti transaksi perbankan daring, belanja melalui internet, mengakses akun surel, atau menyimpan berbagai kata sandi penting.

Secara umum, terdapat dua kategori utama pembaruan yang sangat menentukan "sisa umur aman" sebuah HP berbasis Android. Kedua jenis pembaruan ini adalah pembaruan versi sistem utama dan pembaruan keamanan yang berkelanjutan.