TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan teknologi multinasional asal Tiongkok, Tencent, menunjukkan minat serius untuk memberikan dukungan teknis terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah Indonesia. Minat kolaborasi ini terungkap seiring dengan adanya potensi kerja sama antara kedua negara dalam menyukseskan program sosial tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, setelah menghadiri sebuah forum penting di Jakarta. Wang Lutong mengindikasikan bahwa dukungan yang diberikan Tiongkok dapat berfokus pada pemanfaatan inovasi teknologi yang telah dikembangkan oleh perusahaan teknologi Tiongkok.

Secara spesifik, dukungan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dalam proses distribusi makanan yang akan diberikan kepada siswa di sekolah-sekolah sasaran program MBG. Tencent disebut tengah mempersiapkan kontribusi nyata untuk memastikan program makan gratis berjalan sesuai rencana.

"Jadi saya rasa saya mengerti bahwa beberapa bisnis Tiongkok juga mendukung program makan gratis ini dengan cara apa pun yang mereka bisa," ujar Wang Lutong kepada awak media usai menghadiri FPCI China-Indonesia Think Tank and Media Forum di Kuningan, Jakarta, pada Minggu (28/6/2026).

Wang Lutong kemudian menjelaskan bagaimana peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Tencent akan diterapkan dalam eksekusi program tersebut. Teknologi ini dirancang untuk melakukan pencatatan data kehadiran siswa secara otomatis setiap hari.

Data kehadiran yang terekam secara otomatis ini nantinya akan menjadi informasi krusial yang diteruskan langsung ke pihak dapur penyedia makanan gratis. Hal ini bertujuan agar jumlah makanan yang disiapkan dapat sesuai secara akurat dengan jumlah siswa yang benar-benar hadir di sekolah pada hari itu.

"Jadi sekolah dan juga dapur umum akan tahu berapa banyak orang yang datang ke sekolah. Jadi mereka akan mengirimkan makanan gratis sesuai dengan jumlah siswa yang datang ke sekolah," ujar Wang Lutong menjelaskan mekanisme teknisnya.

Dengan adanya integrasi teknologi ini, diharapkan tidak terjadi pemborosan atau kekurangan pasokan makanan, sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran dan efisien. Mekanisme ini menunjukkan komitmen perusahaan teknologi Tiongkok dalam mendukung aspek logistik program pemerintah Indonesia.

Wang Lutong menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok, yang melibatkan perusahaan teknologi terkemuka, sangat penting untuk menjamin keberlanjutan dan kesuksesan program MBG ke depannya.