TREN.BISNISMARKET.COM - PT Metropolitan Land Tbk (Metland/MLTA) secara tegas menggarisbawahi komitmennya terhadap strategi ekspansi yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan dinamika pasar properti saat ini. Langkah ini disampaikan dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tahun 2026.
Perseroan mengumumkan rencana pengembangan proyek baru, termasuk rencana pembangunan hotel di kawasan Sulawesi Utara, sebagai bagian dari agenda ekspansi geografis mereka. Ekspansi ini menunjukkan arah strategis Metland untuk mendiversifikasi portofolio bisnisnya di luar wilayah operasional utama.
Metland, perusahaan pengembang yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2011, berhasil membukukan kinerja keuangan yang stabil sepanjang tahun buku 2025. Kinerja ini menjadi landasan kuat bagi langkah ekspansi selanjutnya yang telah direncanakan oleh manajemen.
Adapun pada tahun fiskal 2025, Metland mencatat capaian pendapatan usaha yang signifikan, yakni menyentuh angka Rp1,78 triliun. Angka ini menunjukkan ketahanan fundamental perusahaan di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, laba bersih yang berhasil diatribusikan kepada entitas induk perusahaan mencapai Rp412,93 miliar pada periode yang sama. Pencapaian laba ini mengindikasikan efektivitas manajemen dalam mengelola biaya dan meningkatkan profitabilitas.
Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Anhar Sudradjat, menegaskan bahwa stabilitas kinerja perseroan ini masih sangat ditopang oleh kontribusi dari pendapatan berulang (recurring revenue). Pendapatan ini berasal dari aset properti yang menghasilkan arus kas stabil.
“Perseroan tetap mampu menjaga fundamental usaha yang sehat dengan kinerja yang stabil, melalui kontribusi recurring revenue dan strategi pengembangan proyek yang selektif,” ujar Anhar Sudradjat dalam keterangannya yang diterima pada hari Kamis, 28 Mei 2026.
Strategi pengembangan proyek yang selektif ini menjadi kunci Metland dalam memastikan setiap investasi baru, termasuk hotel di Sulawesi Utara, memberikan nilai tambah yang optimal bagi pemegang saham. Hal ini disampaikan sejalan dengan pemaparan kinerja tahunan 2025.
Dikutip dari PropertiTerkini.com, perusahaan pengembang yang berbasis di Bekasi ini terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan agresif dan manajemen risiko yang hati-hati dalam setiap pengambilan keputusan bisnis mereka.