TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan bursa saham Asia-Pasifik pada Senin (6/7/2026) dibuka dengan pergerakan yang bervariasi. Hal ini terjadi seiring para investor di kawasan tersebut sedang mengevaluasi kembali kinerja saham-saham yang sebelumnya didorong oleh tren pertumbuhan kecerdasan buatan (AI).

Pelaku pasar global juga menaruh perhatian besar pada rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juni yang dijadwalkan akan terbit pada pekan ini. Keputusan dan pandangan The Fed seringkali menjadi penentu arah pergerakan pasar keuangan dunia.

Di bursa Jepang, indeks Nikkei 225 menunjukkan pembukaan yang cenderung datar dalam perdagangan hari itu. Sementara itu, indeks Topix berhasil menguat tipis sebesar 0,2% pada pembukaan pasar.

Perbedaan arah terlihat di Korea Selatan, di mana indeks Kospi berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,61%. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, justru menunjukkan pelemahan signifikan dengan penurunan sebesar 1%.

Sementara itu, di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 tercatat turun 0,23% pada awal sesi perdagangan hari Senin. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan sentimen negatif, berada di level 23.253, yang lebih rendah dari penutupan sebelumnya di 23.350,03.

Dari pasar mata uang, yen Jepang diperdagangkan pada level 161,54 per dolar AS, setelah sempat mencapai titik terlemah dalam empat dekade terhadap mata uang Amerika Serikat pekan lalu. Won Korea Selatan juga mengalami pelemahan sekitar 0,25% menjadi 1.532,82 per dolar AS setelah negara tersebut memulai perdagangan valuta asing selama 24 jam.

Perlu dicatat bahwa penguatan signifikan terjadi di Amerika Serikat pekan lalu, di mana indeks Dow Jones melonjak hampir 2% dan mendekati level psikologis 53.000 yang belum pernah tersentuh. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga menguat masing-masing sebesar 1,8% dan 2,1%.

Penguatan di Wall Street tersebut terjadi meskipun sektor semikonduktor, yang selama ini menjadi motor penggerak utama reli pasar tahun ini, sempat mengalami tekanan. Investor mulai mengurangi eksposur pada saham produsen chip dan mengalihkan alokasi dana ke sektor lainnya.

"Rotasi ke sektor lain menjadi perkembangan positif bagi pasar saham," ujar Kepala Strategi Teknikal Fundstrat, Mark Newton.