TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengembangkan sebuah kawasan kota baru. Inisiatif ini berlokasi strategis di wilayah Kabupaten Tangerang dan direncanakan memiliki luas sekitar lima hektar.

Rencana pembangunan ini diumumkan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, setelah pertemuan antara Menteri PKP dan Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (BSN). Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mempercepat penyediaan stok hunian nasional, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Adapun lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kota baru ini merupakan aset negara yang telah disiapkan oleh Kementerian Hukum. Saat ini, lahan tersebut sedang dalam tahap peninjauan langsung oleh tim teknis pemerintah untuk memastikan kesesuaiannya dengan rencana pengembangan.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai kementerian terkait untuk mengamankan ketersediaan lahan. Selain itu, sektor perbankan juga dilibatkan untuk memastikan pembiayaan pengembangan kawasan hunian terpadu ini berjalan lancar.

"Kami telah membicarakan rencana pembangunan kota baru ini, di mana Menteri Hukum telah menyiapkan tanah seluas sekitar 4,5 hingga 5 hektar di wilayah Tangerang," terang Menteri Ara setelah pertemuan di Menara BTN 1, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Kementerian PKP mengarahkan agar proyek percontohan ini dapat menjadi model bagi sektor perbankan dalam mengelola kawasan hunian yang terintegrasi. Fokus utama pengembangan adalah menciptakan efisiensi penggunaan lahan sekaligus memastikan kemudahan akses bagi para penghuni di masa mendatang.

"Jadi, mungkin salah satu kawasan ini akan menjadi contoh bagi BSN untuk mengembangkan sebuah kota baru," ujar Ara, menekankan pentingnya kawasan tersebut sebagai studi kasus pengembangan perumahan.

Program ini merupakan hasil konkret dari rapat koordinasi internal yang telah dilaksanakan beberapa minggu sebelumnya bersama Ketua Satuan Tugas Perumahan. Tim teknis kini tengah bekerja keras memetakan lokasi-lokasi yang dianggap paling strategis untuk pembangunan rumah susun subsidi maupun kota baru.

"Kita akan sampaikan sesuai hasil rapat dua minggu lalu dengan Pak Ketua Satgas, Pak Hashim. Saat ini, Pak Robert dan tim sedang bekerja untuk mensurvei lokasi-lokasi yang strategis, yang cocok untuk kota baru dan juga untuk rumah susun subsidi," jelasnya.