TREN.BISNISMARKET.COM - Pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) oleh pemerintah dinilai oleh Komisi XI DPR RI sebagai langkah strategis yang signifikan. Langkah ini bertujuan utama untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam nasional Indonesia.

Penilaian ini disampaikan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, dengan keyakinan bahwa pembentukan DSI akan memberikan dampak positif bagi iklim investasi dan optimalisasi penerimaan negara. Dikutip dari Investor Daily, DSI diproyeksikan menjadi instrumen kunci dalam pembaruan sistem ekspor nasional.

Salah satu target utama pembentukan badan baru ini adalah upaya menekan praktik pelaporan nilai ekspor di bawah harga sesungguhnya atau yang dikenal sebagai under-invoicing. Praktik ini selama ini dikhawatirkan merugikan potensi pemasukan negara secara signifikan.

Potensi devisa Indonesia dari sektor-sektor krusial seperti mineral, batu bara, energi, hingga hasil perkebunan sangat besar. Namun, sistem perdagangan yang ada saat ini masih ditemukan memiliki celah yang perlu ditutup melalui pengawasan yang lebih ketat.

Pemerintah diharapkan memanfaatkan DSI untuk membangun mekanisme pengawasan dan tata niaga yang jauh lebih kuat dan terintegrasi dalam proses ekspor sumber daya alam. Hal ini menjadi fokus utama yang diapresiasi oleh parlemen.

"Dengan memperkuat tata kelola ekspor dan jaminan pengawasan, ini tentu juga akan menjaga iklim investasi dan positif bagi pemasukan negara," kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Mukhamad Misbakhun menjelaskan lebih lanjut bahwa praktik under-invoicing merupakan tantangan serius karena menghambat masuknya devisa hasil ekspor secara optimal. Oleh karena itu, DSI diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta integrasi data perdagangan komoditas agar lebih akuntabel.

"DSI harus menjadi instrumen negara untuk memastikan tata kelola ekspor sumber daya alam berjalan lebih transparan dan terintegrasi," ujar Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Selain peningkatan pengawasan, pengelolaan ekspor yang dilakukan secara profesional oleh DSI diprediksi dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di panggung pasar global. Optimalisasi ini diharapkan berujung pada penguatan cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.