TREN.BISNISMARKET.COM - Perum Bulog Subdivre Cianjur, Jawa Barat, mencatatkan pencapaian signifikan dalam upaya pengadaan pangan lokal menjelang pertengahan tahun 2026. Kinerja penyerapan gabah dari petani di wilayah Kabupaten Cianjur menunjukkan hasil yang melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Volume total gabah yang berhasil diserap oleh Bulog Cianjur hingga akhir Mei 2026 tercatat mencapai angka 65.392 ton. Angka ini merupakan akumulasi dari proses pengadaan yang dilakukan secara intensif dalam beberapa bulan terakhir.

Target pagu sasaran pengadaan gabah yang ditetapkan untuk wilayah kerja Kabupaten Cianjur sepanjang tahun 2026 sendiri adalah sebesar 49.247 ton. Dengan demikian, realisasi yang tercapai sudah melebihi batas sasaran yang ditentukan.

Pencapaian luar biasa ini dikonfirmasi langsung oleh Pimpinan Cabang Perum Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, pada hari Rabu (27/5). Menurutnya, capaian ini menunjukkan efektivitas strategi penyerapan di lapangan.

"Sampai Mei, kami di Bulog Cianjur sudah menyerap gabah sebanyak 65.392 ton dari target 49.247 ton. Persentasenya sekitar 133,86%," kata Sri Wahyuni, Pimpinan Cabang Perum Bulog Cianjur.

Kinerja optimal dalam penyerapan gabah ini dinilai memiliki dampak positif ganda, yaitu mendukung stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah. Hal ini sejalan dengan mandat pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Sri Wahyuni, yang sebelumnya menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bulog Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa penyerapan yang masif ini merupakan upaya dukungan langsung kepada para petani di Cianjur. "Ini merupakan bagian mendukung petani sekaligus menjaga cadangan pangan," kata Sri Wahyuni.

Mengenai ketersediaan beras di gudang, manajemen Bulog Cianjur memastikan bahwa kondisi stok saat ini berada dalam posisi yang sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Total persediaan beras di gudang diperkirakan mencapai kisaran 26 ribu ton.

Terkait ketersediaan beras bagi masyarakat, Sri Wahyuni memberikan jaminan bahwa tidak ada kekhawatiran mengenai pasokan di wilayah tersebut. "Masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Stok aman," ujar Sri Wahyuni.