TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan besar Argo Manunggal mengambil langkah signifikan dalam upaya transisi menuju energi bersih di sektor manufaktur. Langkah ini diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan perusahaan penyedia solusi energi terbarukan, HIJAU.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tipe atap (rooftop) yang dipasang pada fasilitas operasional mereka. Proyek ini merupakan bagian dari agenda keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
Secara spesifik, total kapasitas energi terbarukan yang akan dipasang dari proyek ini mencapai angka 4,4 Megawatt peak (MWp). Kapasitas besar ini akan didistribusikan ke empat lokasi pabrik tekstil milik Argo Manunggal.
Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap urgensi percepatan transisi energi bersih yang kini menjadi fokus global. Industri tekstil, sebagai salah satu sektor padat energi, memiliki peran krusial dalam upaya dekarbonisasi.
Pemasangan PLTS atap ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan operasional pabrik pada sumber energi konvensional yang menghasilkan emisi karbon tinggi. Hal ini sejalan dengan target keberlanjutan yang ditetapkan oleh pemerintah dan standar internasional.
Proyek ini menunjukkan bagaimana perusahaan skala besar dapat mengintegrasikan infrastruktur energi terbarukan langsung ke dalam aset mereka yang sudah ada, yaitu atap pabrik. Metode ini dikenal efisien karena tidak memerlukan lahan baru.
"Argo Manunggal menggandeng HIJAU membangun PLTS rooftop 4,4 MWp di empat pabrik tekstil sebagai langkah mempercepat transisi energi bersih," demikian inti dari pengumuman kemitraan tersebut.
Dikutip dari sumber berita terkait, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi industri tekstil lainnya di Indonesia untuk segera mengadopsi sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Melalui implementasi PLTS ini, Argo Manunggal berkontribusi nyata dalam menurunkan jejak karbon operasional mereka dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Proses instalasi diharapkan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh kedua belah pihak.