TREN.BISNISMARKET.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kini mengadopsi strategi baru dalam mengelola aset krusialnya, yaitu transformator atau trafo. Pendekatan ini bergeser dari sekadar menjaga umur teknis menjadi upaya proaktif untuk mengoptimalkan nilai dan pendapatan yang dihasilkan oleh aset tersebut.

Transformator memegang peranan vital dalam rantai pasokan listrik nasional, memastikan aliran energi tersalurkan dengan lancar kepada jutaan pelanggan dan seluruh aktivitas masyarakat. Gangguan pada satu unit trafo saja berpotensi memicu efek domino yang luas, memengaruhi keandalan sistem kelistrikan hingga roda perekonomian.

Menyadari dampak signifikan tersebut, PLN menilai bahwa metode konvensional seperti perbaikan pasca-kerusakan atau pemeliharaan berdasarkan jadwal waktu tidak lagi memadai. Perusahaan listrik pelat merah ini melihat adanya pergeseran praktik global menuju manajemen aset yang lebih terintegrasi.

Pendekatan manajemen aset modern ini mengintegrasikan tiga aspek krusial: risiko, biaya, dan kinerja aset sepanjang siklus hidupnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap aset memberikan kontribusi maksimal bagi perusahaan.

"Dalam perspektif asset management, keberhasilan aset bukan diukur dari usia aset yang panjang semata, tetapi bagaimana aset itu memberikan value, memberikan revenue bagi perusahaan," ujar EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PLN, Tri Hardimasyar. Pernyataan ini disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Seminar dan Mini Exhibition yang diselenggarakan PT Wismatata Eltrajaya (WEJ) di Cikarang.

Tri Hardimasyar menjelaskan lebih lanjut bahwa aset yang memiliki umur panjang namun sering mengalami gangguan justru dapat mengurangi potensi pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, fokus utama pengelolaan aset kini diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Sejalan dengan strategi baru ini, PLN mulai mengedepankan pengambilan keputusan berbasis data dan analisis risiko dalam setiap tahapan pengelolaan transformator. Ini mencakup pemilihan teknologi yang tepat, implementasi sistem monitoring online, hingga strategi penanganan kondisi on load tap changer (OLTC).

Selain itu, PLN juga merencanakan pengujian diagnostik yang komprehensif serta strategi refurbishment dan replacement yang terukur. Pemanfaatan teknologi mutakhir menjadi kunci untuk memastikan investasi pada aset transformator memberikan hasil yang optimal.

"Implementasi berbagai teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan keandalan transformator, tetapi juga membantu perusahaan menekan biaya operasi, memperpanjang umur ekonomis aset, serta meningkatkan efektivitas investasi," kata Tri Hardimasyar.