TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pasar properti di Indonesia pada awal tahun 2026 memperlihatkan adanya divergensi antar sektor. Pemulihan pasar terjadi secara bertahap namun tidak merata di seluruh segmen properti nasional.

Sektor yang menunjukkan performa paling agresif dalam kuartal pertama tahun ini adalah logistik dan gudang modern. Hal ini berbanding terbalik dengan segmen apartemen yang masih cenderung mengalami perlambatan signifikan.

Menurut data terbaru yang disajikan oleh JLL Indonesia, permintaan terhadap fasilitas gudang modern di wilayah Jabodetabek tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi. Tingkat hunian untuk gudang-gudang tersebut tercatat mencapai angka 96 persen.

Aktivitas pasar yang kuat ini didorong oleh berbagai faktor utama yang saling terkait dalam perekonomian. Sektor-sektor pendorong utama meliputi ekspansi industri logistik dan jasa pengiriman barang.

Selain itu, pertumbuhan sektor manufaktur juga turut memberikan kontribusi besar terhadap permintaan gudang modern. Kebutuhan rantai pasok dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang teknologi juga menjadi katalis penting.

Permintaan juga datang dari perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi (consumer goods) yang membutuhkan ruang penyimpanan dan distribusi yang efisien. Ini menunjukkan pergeseran prioritas investasi properti saat ini.

Dilansir dari PropertiTerkini.com, pasar properti awal 2026 mulai menunjukkan pemulihan bertahap, meski belum merata di seluruh sektor.

"Di tengah pasar apartemen yang masih cenderung melambat, sektor logistik dan gudang modern justru mencatat performa paling agresif sepanjang kuartal pertama tahun ini," kata sumber tersebut.

Perusahaan-perusahaan tersebut berinvestasi pada gudang modern untuk mengoptimalkan efisiensi operasional mereka di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi barang.