TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia telah menetapkan sebuah target makroekonomi yang ambisius untuk tahun 2027 guna memperkuat fondasi ekonomi domestik. Target utama yang disorot adalah upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam rentang yang terkendali.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan sasaran ini dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027. Rencana ini dirancang untuk melindungi perekonomian nasional dari potensi ketidakpastian yang mungkin timbul di pasar global.
Adapun rentang nilai tukar yang diincar oleh pemerintah adalah pergerakan rupiah berada di antara Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun 2027 mendatang. Hal ini merupakan bagian dari strategi terpadu antara kebijakan fiskal dan moneter yang akan dijalankan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat menghadiri agenda sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Fokus utama adalah memastikan kebijakan yang diterapkan mampu meredam dinamika fluktuasi mata uang dunia.
"Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada pada rentang Rp 16.800 rupiah hingga Rp 17.500, strategi fiscal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ucap Prabowo.
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga diposisikan sebagai instrumen kunci, bukan sekadar pencatatan administratif semata. APBN diharapkan berfungsi sebagai penopang ketahanan ekonomi sekaligus alat perlindungan bagi masyarakat luas.
Dalam draf KEM PPKF 2027, pemerintah memproyeksikan target pendapatan negara berada di antara 11,82 persen hingga 12,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, belanja negara diperkirakan menyerap dana sekitar 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.
Manajemen utang dan pembiayaan akan dikelola secara hati-hati, dengan target defisit anggaran tahun 2027 dijaga ketat antara 1,80 persen hingga batas maksimal 2,40 persen terhadap PDB. Target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ditetapkan pada level 6,5 persen hingga 7,3 persen.
Dilansir dari Money, pemerintah juga berupaya mengendalikan inflasi domestik agar tetap berada dalam rentang aman, yaitu antara 1,5 persen hingga 3,5 persen. Asumsi makro lainnya mencakup proyeksi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipatok antara 70 hingga 95 dolar AS per barel.