TREN.BISNISMARKET.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan uji coba terhadap kerangka baru perhitungan kecukupan modal perusahaan asuransi, yang dikenal sebagai New Risk-Based Capital (RBC). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas sektor keuangan melalui pengukuran risiko yang lebih akurat.

Penerapan New RBC ini didasarkan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. Kerangka kerja baru ini dirancang untuk meningkatkan sensitivitas perhitungan modal terhadap berbagai jenis risiko yang dihadapi oleh industri asuransi.

Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk memastikan bahwa perusahaan asuransi memiliki tingkat solvabilitas yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan kelangsungan operasional perusahaan di masa depan.

Sejumlah 10 perusahaan asuransi diprediksi akan merasakan dampak signifikan dari penerapan aturan baru ini. Potensi tekanan pada rasio solvabilitas mereka muncul sebagai konsekuensi dari metode perhitungan yang lebih ketat dan komprehensif.

Regulator menargetkan implementasi penuh dari New RBC ini akan dimulai pada tahun 2027. Periode uji coba ini memberikan waktu bagi perusahaan untuk melakukan penyesuaian dan persiapan yang diperlukan.

"Kami sedang menguji coba New RBC berbasis PSAK 117 untuk meningkatkan sensitivitas risiko asuransi demi solvabilitas yang lebih akurat mulai 2027," ujar narasumber terkait dalam keterangan yang diterima.

Peningkatan sensitivitas terhadap risiko diharapkan akan menghasilkan gambaran yang lebih realistis mengenai kondisi keuangan perusahaan asuransi. Hal ini akan membantu regulator dalam memantau dan mengelola risiko sistemik dalam sektor ini.

OJK berupaya keras untuk memastikan bahwa transisi menuju kerangka kerja baru ini berjalan lancar. Edukasi dan sosialisasi akan terus dilakukan kepada para pelaku industri asuransi.

Melalui penerapan New RBC, diharapkan sektor asuransi Indonesia dapat semakin kokoh dan mampu menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis. Penguatan modal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri jangka panjang.