TREN.BISNISMARKET.COM - Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memberikan pandangannya terkait kebijakan baru mengenai tata kelola ekspor sumber daya alam. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran adanya tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

Peristiwa ini terjadi di Jakarta pada hari Kamis, 21 Mei 2026, ketika pasar modal domestik menunjukkan pelemahan yang signifikan. Rosan Roeslani menyoroti bahwa situasi pasar saat ini merupakan gabungan dari sentimen regulasi domestik yang baru dan faktor eksternal global yang mempengaruhi pergerakan pasar.

Dilansir dari Investor Daily, dijelaskan bahwa pergerakan investor asing turut dipengaruhi oleh proses rebalancing indeks MSCI yang sedang berlangsung hingga akhir bulan Mei 2026. Hal ini menambah kompleksitas dalam melihat pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Pemerintah melalui Rosan Roeslani meminta semua pihak untuk mencermati regulasi komoditas tersebut secara menyeluruh. Tujuannya adalah agar publik dapat melihat dampak positif yang diharapkan akan tercipta bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Kebijakan baru terkait ekspor sumber daya alam ini secara spesifik dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam setiap transaksi komoditas yang dilakukan. Ini merupakan langkah pemerintah untuk memperbaiki tata kelola sektor tersebut.

Rosan Roeslani menekankan pentingnya mengacu pada pandangan otoritas moneter dan fiskal ketika menilai kondisi pasar yang sedang bergejolak ini. Ia menyatakan, "Pada intinya yang harus kita lihat adalah yang disampaikan oleh Pak Menkeu dan juga Pak Gubernur BI," ungkap Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Indonesia.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor teknikal dan persepsi sementara dari para pelaku pasar. Oleh karena itu, investor dihimbau untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan fluktuasi harga jangka pendek yang terjadi.

Ia memberikan saran kepada para investor agar memiliki perspektif yang lebih luas dalam melihat kinerja pasar modal Indonesia. Rosan Roeslani menegaskan, "Tetapi saya yakin kalau kita investasi, kita lihatnya long term approach. Saya yakin performanya akan tetap bagus dan meningkat," pungkas Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Indonesia.

Fundamental perekonomian Indonesia secara keseluruhan tetap dinyatakan dalam kondisi yang kokoh dan stabil. Kondisi fundamental yang kuat ini diyakini akan mampu terus menopang kinerja pasar modal secara berkelanjutan ke depan.