TREN.BISNISMARKET.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mempersiapkan rencana ambisius untuk merombak total wajah Stasiun Gambir di Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi perkeretaapian nasional di ibu kota.

Rencana strategis ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, usai menjalani pertemuan dengan Presiden RI di Istana Negara. Pertemuan tersebut memberikan arahan jelas mengenai percepatan pembaruan infrastruktur vital tersebut.

"Gambir akan dilakukan renovasi. Nah, kita nanti dalam 2 tahun punya Gambir yang oke," kata Bobby Rasyidin saat memberikan keterangan pers.

Bobby menjelaskan bahwa dalam jangka waktu dua tahun ke depan, Stasiun Gambir ditargetkan akan bertransformasi menjadi sebuah Stasiun Nasional yang modern. Selain peningkatan fasilitas, integrasi moda transportasi juga menjadi fokus utama dalam renovasi ini.

Salah satu aspek penting dari pembaruan ini adalah menghubungkan Stasiun Gambir secara langsung dengan layanan Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas komuter di wilayah Jabodetabek.

"Nanti kita akan integrasikan dengan KRL. Manggarai jadi hub iya," ujarnya lebih lanjut mengenai rencana integrasi dan peran Stasiun Manggarai.

Lebih lanjut, Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas agar proses renovasi Stasiun Gambir dapat segera dilaksanakan. Instruksi ini menekankan pentingnya kecepatan eksekusi proyek.

Selain pembahasan mengenai Stasiun Gambir, pertemuan dengan Presiden juga mencakup evaluasi progres penanganan perlintasan sebidang yang kerap menimbulkan potensi bahaya kecelakaan kereta api.

"Sudah banyak yang sudah kami tutup ada 172 kami tutup. Ada 490 on progres kami tutup," ungkap Bobby mengenai jumlah perlintasan yang telah ditutup.