TREN.BISNISMARKET.COM - Kondisi stok beras nasional di Indonesia diklaim telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah bangsa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, sebagai respons terhadap potensi permainan harga di tingkat pedagang.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah secara resmi telah meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk melakukan pengawasan intensif di berbagai daerah. Pengawasan ini bertujuan memastikan pendistribusian berjalan lancar dan harga beras di tingkat konsumen tetap stabil.

Dilansir dari Bisnis.com, Amran menegaskan bahwa ketersediaan beras saat ini sangat berlimpah, sehingga praktik penimbunan atau penciptaan kelangkaan tidak dapat ditoleransi. Ia menekankan bahwa tidak ada alasan bagi pedagang untuk mempermainkan pasokan makanan pokok tersebut.

"Beras kita melimpah. Jangan mempermainkan di lapangan karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Tidak ada yang langka. Tolong tidak ada pangan, khususnya beras, makanan pokok kita, langka," ujar Amran dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Amran menjelaskan bahwa situasi pasar beras saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana kenaikan harga sering direspons dengan kebijakan impor. Saat ini, klaim pemerintah menunjukkan bahwa peningkatan produksi domestik telah menghasilkan stok yang sangat besar.

Stok beras nasional saat ini dilaporkan mencapai sekitar 5,3 juta ton, sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Angka ini mencakup beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog serta fasilitas penyimpanan tambahan yang disewa karena kapasitas gudang eksisting sudah tidak mencukupi.

"Kami bersama Satgas Pangan pantau seluruh Indonesia. Jangan dibuat langka. Tidak ada langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini. Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama merdeka," katanya.

Tingginya stok tersebut merupakan buah dari keberhasilan peningkatan produksi nasional yang diklaim telah mendorong Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Kinerja produksi ini juga diakui oleh lembaga internasional seperti USDA.

Laporan Rice Outlook Mei 2026 dari United States Department of Agriculture (USDA) menempatkan Indonesia dalam kelompok negara dengan peningkatan produksi beras terbesar, bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam. Namun, Indonesia menjadi satu-satunya negara dalam kelompok tersebut yang total produksinya melampaui 30 juta ton per tahun.