TREN.BISNISMARKET.COM - PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) mengumumkan adanya suntikan modal berupa pinjaman tambahan kepada salah satu anak usahanya. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat operasional pembelian komoditas utama perusahaan.
Penerima pinjaman tambahan ini adalah PT Bara Makmur Dwitama (BMD), anak usaha DAAZ yang bergerak di sektor pertambangan dan perdagangan mineral. Pinjaman ini secara resmi dikucurkan pada tanggal 7 Mei 2026.
Dengan adanya penambahan dana tersebut, total pinjaman yang diterima BMD dari DAAZ kini mencapai Rp63 miliar. Angka ini meningkat dari posisi sebelumnya yang tercatat sebesar Rp61 miliar sebelum suntikan dana baru ini.
Tujuan utama dari pinjaman tambahan sebesar Rp2 miliar ini adalah untuk membiayai kebutuhan pembelian batu bara oleh BMD. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan modal kerja untuk akuisisi komoditas tersebut.
Informasi ini disampaikan oleh Direksi DAAZ melalui keterangan tertulis resmi yang ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 7 Mei 2026. Keterangan tersebut menjelaskan sumber dan mekanisme pinjaman tersebut.
Dana segar yang dipinjamkan DAAZ kepada BMD tersebut ternyata bersumber dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I DAAZ Tahun 2025. Pinjaman ini dikucurkan sesuai dengan rencana alokasi dana hasil penerbitan obligasi tersebut.
"BMD dikenakan bunga pinjaman 8,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari sejak tanggal perjanjian pinjaman," tulis Direksi DAAZ dalam keterangannya.
Dilansir dari STOCKWATCH.ID, meskipun terjadi peningkatan intervensi modal, kinerja keuangan DAAZ pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pendapatan bersih DAAZ berhasil menyentuh angka Rp13,41 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tahunan tersebut mencapai sekitar 32,34%, melonjak dari realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp10,13 triliun. Hal ini mengindikasikan peningkatan volume bisnis perusahaan secara keseluruhan.