TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) di kawasan utama Eropa mencatatkan pertumbuhan signifikan pada bulan April 2026. Lonjakan ini menandai keberlanjutan tren positif yang didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah dan kondisi pasar global.

Menurut data dari E-Mobility Europe, New Automotive, dan Fier Automotive, registrasi mobil listrik penuh di 15 pasar utama Eropa naik sebesar 34,1 persen secara tahunan (YoY). Angka ini setara dengan total 201.541 unit kendaraan yang terjual pada periode tersebut.

Pertumbuhan yang kuat ini melanjutkan akselerasi dari bulan sebelumnya, setelah pada Maret 2026 sempat tercatat lonjakan registrasi kendaraan listrik hingga mencapai 51,3 persen. Transisi menuju mobilitas ramah lingkungan di Eropa semakin terlihat jelas meskipun tantangan masih ada.

Berbagai faktor menjadi pendorong utama percepatan adopsi ini, termasuk stimulus subsidi dari pemerintah, dukungan kebijakan, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Insentif pembelian, pemotongan pajak, dan program social leasing turut berkontribusi besar.

"Pelajaran kebijakannya jelas: ketika pemerintah memberikan kepercayaan kepada konsumen, adopsi kendaraan listrik akan meningkat lebih cepat," tulis E-Mobility Europe, New Automotive, dan Fier Automotive dalam pernyataan bersama.

Meskipun trennya positif secara keseluruhan, perkembangan pasar mobil listrik di Eropa masih belum merata di setiap negara. Produsen otomotif juga masih menghadapi hambatan berupa permintaan konsumen yang cenderung rendah di beberapa wilayah serta persaingan ketat dari produsen asal China.

Secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga April 2026, total registrasi BEV telah mencapai 740.021 unit, menunjukkan kenaikan sebesar 31,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan volume penggunaan mobil bertenaga baterai ini diproyeksikan telah menekan konsumsi minyak dunia hampir mencapai 3 juta barel.

Jerman menegaskan posisinya sebagai pasar BEV terbesar di Eropa dengan meraih pangsa pasar 25,8 persen dari total registrasi kendaraan pada bulan April. Sementara itu, Prancis mengikuti di belakang dengan pangsa pasar sebesar 26,2 persen.

Kawasan Eropa Utara masih memimpin dalam tingkat adopsi tertinggi, di mana Norwegia berada di posisi teratas dengan pangsa kendaraan listrik mencapai 98,6 persen dari total penjualan. Denmark menyusul dengan angka 81,9 persen, diikuti oleh Finlandia (48,8 persen) dan Swedia (40,7 persen).