TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru telah memicu kekhawatiran signifikan di sektor keuangan dunia terkait potensi serangan siber yang semakin canggih.

Sejumlah regulator perbankan di berbagai negara kini mulai mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan besar pada layanan perbankan esensial.

Gangguan yang diwaspadai tersebut mencakup kemungkinan penghentian sementara layanan krusial seperti mesin ATM dan aplikasi mobile banking (M-Banking) yang sangat bergantung pada sistem digital.

Kekhawatiran ini semakin menguat menyusul munculnya model AI canggih bernama Mythos yang dikembangkan oleh Anthropic, setelah sebelumnya Hong Kong memberikan peringatan serupa.

Kini, Jepang secara khusus mengeluarkan peringatan resmi yang ditujukan kepada industri perbankan mengenai risiko keamanan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi AI ini.

Ketua lobi perbankan di Jepang menyatakan bahwa institusi pemberi pinjaman di negaranya mungkin terpaksa menangguhkan layanan seperti ATM dan M-Banking jika ancaman dari model AI canggih benar-benar membahayakan sistem perbankan.

Model AI mutakhir, termasuk Mythos dari Anthropic, diketahui memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kerentanan dalam perangkat lunak dengan kecepatan tinggi, memicu kekhawatiran akan serangkaian serangan siber terkoordinasi.

"Ada kekhawatiran tentang peningkatan serangan siber canggih yang melampaui apa yang telah diantisipasi," kata Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato, dalam konferensi pers yang disiarkan pada Sabtu (20/6/2026).

Masahiko Kato lebih lanjut menekankan perlunya tindakan pencegahan, menyampaikan, "Layanan tertentu seperti ATM dapat ditangguhkan secara proaktif untuk melindungi aset pelanggan," menurut penuturannya.